Liputan Media

Lewat Android dan Peralatan Murah, Teknologi IoT Bisa Kontrol Segala Alat Listrik

Lewat Android dan Peralatan Murah, Teknologi IoT Bisa Kontrol Segala Alat Listrik

February 13, 2020

Teknologi itu tidak dibutuhkan interaksi dari manusia ke manusia atau manusia ke komputer, tetapi dijalankan secara otomatis melalui program. Teknologi itulah yang dipaparkan oleh Anang Pramono MKom bersama anggota tim pengabdian masyarakat dari Universitas 17 Agustus Surabaya (Untag), Kamis lalu (23/1),di kelas 8D SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Hanya dengan menggunakan gawai Android yang telah terinstal aplikasi Blink dan perangkat kecil plus murah, kalian dapat mengontrol, menyalakan, dan mematikan seluruh peralatan listrik di rumah atau di kantor dengan menggunakan teknologi Android dan Mikrokontroler Arduino,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen teknik Untag itu di hadapan para siswa.

Anang menambahkan, ada unsur-unsur pembentuk IoT dalam membuatnya. Termasuk kecerdasan buatan, sensor, konektivitas, dan berbagai pemakaian perangkat yang ukurannya kecil.

“Teknologi itu dikenalkan ke perwakilan siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya sebanyak 24 agar membuka wawasan teknologi bahwa perkembangan teknologi tidak hanya melalui robotika, namun juga dapat berkembang seperti teknologi IoT,” kata Alim MPdI, kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Alhamdullilah manfaat aplikasi teknologi IoT ini sangat banyak di masa mendatang dan saya sangat senang mempelajari lebih lanjut,” kata siswa Spemma, Muhammad Hafizh Al Rasyid. Siswa yang hobi bela diri dan suka utak-atik IT itu juga menanyakan ke Anang bagaimana bila banyak perangkat yang harus dikontrol.

“Hanya menambahkan perangkat kecil tambahan yang dihubungkan dengan sumber listrik atau power bank plus menambahkan tombol on atau off di aplikasi gawai Android bisa langsung dilakukan kontrol ke banyak peralatan,” tandasnya.

Dengan Pembelajaran Berbasis Android, Guru-Guru Bisa Lakukan Evaluasi Lebih Cepat

Dengan Pembelajaran Berbasis Android, Guru-Guru Bisa Lakukan Evaluasi Lebih Cepat

January 21, 2020

Workshop yang dibuka oleh Ketua Cabang Muhammadiyah Ngagel H Ah. Zaini MPd ini lebih spesifik melatih guru-guru Spemma untuk mengenal penggunaan Google drive dan Google form yang bisa diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Misalnya, penggunaan Google form sebagai kuis, perancangan dan pembuatan soal online dengan Google form, penggunaan Add-on atau pengaya di Google form, penggunaan shorten link (QR code), dan pengolahan data jawaban kuis (excel).

Dengan menghadirkan pemateri dari trainer Ikatan Guru Indonesia (IGI), yaitu Bagus Sumantri SSi, workshop yang dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore ini diikuti seluruh guru Spemma. Mereka tampak sangat antusias.

“Enak ya, dengan Google form soal-soal yang digunakan untuk penilaian harian dan penilaian tengah semester tidak akan hilang dan terinfeksi virus seperti halnya bila disimpan di laptop atau flashdisk,” ujar salah satu peserta di tengah-tengah praktik dalam workshop tersebut.

Menurut kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Drs Alim MPdI, materi workshop yang diberikan ini sangat penting. “Agar kemampuan pengajar dalam membuat dan mengolah evaluasi pembelajaran lebih cepat sehingga meringankan kerja guru dalam evaluasi pembelajaran,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alim juga berpesan kepada guru-guru agar lebih semangat dalam menjawab tantangan perubahan arah pembelajaran generasi alfa. “Peningkatan kualitas guru terus dilakukan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya untuk menjaga kualitas layanan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Seusai workshop, diharapkan guru-guru SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mampu menerapkan hasil pelatihannya dengan membuat evaluasi pembelajaran dimulai dari penilaian harian dan penilaian tengah semester menggunakan Google form.

23 Siswa Spemma Student Exchange ke Thailand dan Korsel, Bawa Misi Pendidikan dan Kebudayaan

23 Siswa Spemma Student Exchange ke Thailand dan Korsel, Bawa Misi Pendidikan dan Kebudayaan

December 18, 2019

Sebanyak 10 peserta didik dari kelas 7 dan 8 berangkat menuju Pittayakom School, Rayong, Thailand. Sementara itu 13 peserta didik lainnya ke Daejeo Mid/High School, Busan, Korea Selatan. Dua rombongan dengan total 23 siswa tersebut didampingi dua guru Spemma dengan membawa misi sebagai duta pendidikan dan budaya.

Kepala Spemma Drs Alim MPdI menuturkan, Student Exchange ini bertujuan melatih kemampuan peserta didik untuk mengaplikasikan seluruh pembelajaran yang telah diperoleh di sekolah. “Salah satu contohnya, mereka harus tetap melaksanakan ibadah meski dalam perjalanan jauh, seperti shalat dan bertayamum bila diperlukan saat perjalanan,” ujar pria yang baru diberi amanah menjadi kepala Spemma periode 2019-2023 itu.

Awalnya, para peserta Student Exchange ini terpilih setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan sekolah. Diawali tes percakapan bahasa Inggris bersama seorang dosen hingga tes bakat dan minat di bidang seni.

Sebelum berangkat, mereka dibekali kemampuan seni tradisional, bahasa, dan budaya Indonesia serta keunggulan Spemma. Sajian tari tradisional, pertunjukan musik ansambel, dan bendera semapur dari kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan wajib mereka kuasai untuk ditampilkan di hadapan pelajar sekolah yang mereka tuju.

Bukan hanya itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai budaya Islami di negeri orang. Mulai cara memilih makanan, bagaimana beretika dengan budaya negara lain, hingga cara hidup masyarakat Thailand atau Korea Selatan. “Peserta didik ini nanti akan memahami cara hidup orang-orang Korea Selatan dan Thailand melalui orang tua asuh masing-masing,” jelas kepala sekolah yang juga seorang pendakwah itu.

Selama delapan hari mengikuti kegiatan, peserta Student Exchange juga wajib membuat tugas laporan yang telah ditentukan sekolah. Tugas itu nanti dipresentasikan di hadapan wali murid dan peserta didik Spemma lainnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh peserta dapat mengembangkan soft skill sebagai pribadi yang lebih baik dan dapat ditularkan ke seluruh teman-teman di Spemma. “Pribadi yang lebih baik itu mencakup kemandirian, cara bertindak, pola pikir, hingga rasa empatinya terhadap orang lain,” kata Balighotul Arofah, ketua pelaksana. (Firman/Humas/Achmad San)

Ada Siswa Histeris Lihat Tayangan Film LDK

Ada Siswa Histeris Lihat Tayangan Film LDK

September 15, 2019

Hadir sebagai pembicara Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ustad Muhammad Arifin. Ceramah didukung dengan multimedia menjadikan pada peserta yang terdiri dari murid baru laki-laki ini menjadi mudah menangkap isi pesan yang disampaikan.

Ustadz Arifin  menyebutkan agar mewaspadai modus kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba saat ini.

Salah satu contoh dampak negatif kenakalan remaja adalah timbulnya beberapa penyakit yang sangat menakutkan. Yaitu Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS).

Peserta ada yang histeris ketika ditayangkan film yang menceritakan seorang anak awalnya baik-baik saja. Setelah salah memilih lingkungan bergaul akhirnya kena HIV-AIDS.  ”Kondisi orang yang kena penyakit ini ibarat pepatah hidup segan mati tak mau. Hidupnya menderita,” tuturnya.

Ika Spemma Surabaya Ajak Masyarakat Berbagi Nasi Bungkus Tiap Jumat

Ika Spemma Surabaya Ajak Masyarakat Berbagi Nasi Bungkus Tiap Jumat

September 15, 2019

Hal inilah yang mendorong sejumlah anggota Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Lima (SPEMMA) kota Surabaya untuk berbagi nasi bungkus kepada kaum dhuafa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/9/2019) tersebut bukan hanya membagikan nasi bungkus saja, tapi juga sembako dan santunan kepada anak yatim.

M. Zaenudin, ketua Aksi Jumat Berkah, mengatakan, kegiatan Jumat berkah dilaksanakan di sepanjang jalan Pucang, kota Surabaya.

“Kegiatan ini adalah Kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Alumni SMP Muhammadiyah 5 Kota Surabaya.Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang ingin membagikan santunan kepada Kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piatu,” ungkapnya Sabtu (14/9/2019).

Pria yang juga Alumni SMP Muhammadiyah 5 angkatan 88 tersebut, menambahkan, pihaknya membuka dan menerima dari donasi siapapun.”Donasi bisa berupa uang, makanan, sembako atau pakaian,” imbuhnya.

M. Zaenudin berjanji, akan melaksanakan amanah dari para donatur sebaik baiknya.”Insya Allah, sumbangan dari para donatur akan kami salurkan tepat sasaran,” tegasnya kepada lintasjatim.co.id

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Juara Robotik Tingkat Internasional

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Juara Robotik Tingkat Internasional

July 29, 2019

Syafi’ur Rohman Kepala urusan Hubungan Masyarakat (Kaur Humas) Spemma mengatakan, Tim perwakilan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang menyabet juara pada kelas Robot Sumo ialah Gerrad Verrel Rafierly dan Rajendra Maulana Syaputra.

“Robot sumo cara permainan lomba dengan cara adu kekuatan robot untuk mendorong. Robot yang kalah dorongan kemudian keluar dari lingkaran pembatas dinyatakan kalah,” tegasnya. Kamis, (21/3/2019).

Lanjut Syafi’ur, dan itu pun harus dilakukan sampai 3 kali bermain, jika 2 atau 3 menang maka peserta dinyatakan menang untuk melanjutkan ke semi final sampai di final.

“Mereka untuk mempersiapkan lomba ini berlatih hanya satu hari karena robot yang di pakai sempat mengalami kerusakan di H -1 menjelang pertandingan,” tambahnya.

Akhirnya mereka semalaman suntuk berusaha untuk memperbaikinya dan dilanjut latihan di pagi dini hari. Namun karena jam terbang mereka tinggi sudah sering mengikuti lomba robotik sehingga kerusakan itu tidak menjadikan mereka panik. Hingga pada akhirnya bisa nyebet juara satu di lomba tersebut,” imbuhnya.

Peserta lomba ini ada 40 tim dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Ada yang dari Malaysia, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya dan masih banyak kota-kota yang lainnya.

“Semoga bisa memotivasi anak-anak yang lain. Sangat bangga dan senang anak-anak bisa juara di tingkat internasional tentunya ini menjadi kebanggaan sekolah dan muhammadiyah,” harapnya.

Menurut Gerrad, salah satu siswa yang mewakili SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya dilomba tersebut mengatakan, Lomba Robotik Tamrin Olimpiade Cup sangat seru, lawanya berat-berat karena pesertanya jago-jago dari kandang disetiap kota asal mereka.

“Peserta yang mengikuti mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Universitas. Ahamdulillah saya menang sehingga bisa membanggakan sekolah dan kota Surabaya,” ungkapnya. (ari)

Jelang Unas, Sekolah Gelar Mabisa

Jelang Unas, Sekolah Gelar Mabisa

May 17, 2019

Siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 5 Pucang (Spemma) Surabaya mengadakan Malam Bina Siswa (Mabisa) di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (12/4/2019).

Kegiatan dimulai pukul 20.00 sampai pukul 23.00. Sebanyak 196 siswa mengikuti kegiatan ini. Ada materi pembinaan, minta doa restu sama orang tua, dan terakhir shalat malam.

Materi pembinaan berupa motivasi dan relaksasi supaya saat menghadapi UNBK tidak tegang. Saat anak-anak meminta restu kepada orang tua , orang tua meneteskan air mata karena terharu mendengar pamitan anak-anaknya untuk mengikuti ujian. Setelah meminta restu orang tua dilanjutkan dengan meminta restu kepada bapak dan ibu guru. Ustadzah Bali, guru Spemma, mengatakan tidak terasa mereka sekarang sudah kelas 9 dan mau lulus sekolah. ”Perasaan baru kemarin mereka masuk sekolah dan kini mau lulus,” tutur Bali sambil meneteskan air mata.

Menurut dia, kegiatan ini bagi siswa merupakan kegiatan yang sangat bagus buat siswa. Bisa menumbuhkan percaya diri untuk menghadapi UNBK Senin depan. ”Mereka juga minta restu kepada Allah dengan shalat malam, dzikir dan berdoa.”

Lisa, siswa, menggatakan, senang mengikuti serangkaian kegiatan Mabisa ini karena ada orang tua yang mendampingi. ”Ada kenyamanan dan keteduhan saat mengikutinya,” ujarnya. (Miftakul Choir)

Diklat IPM Ini Serasa Ajang Reuni

Diklat IPM Ini Serasa Ajang Reuni

May 17, 2019

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya mengadakan pendidikan dan latihan untuk pengurus. Kegiatan bertempat di sekolah, Sabtu-Ahad (30-31/3/2019).

Acara ini sekaligus sebagai reuni dengan kedatangan para alumni IPM periode sebelumnya. Para alumni ini memberikan materi seperti kerja sama dalam organisasi.

Alumni yang hadir antara lain Abdullah yang kini menjadi Pimpinan Pusat IPM, Arlia Intan Nilam menjabat Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah, dan Muslikhan memegang Kepala Spemma.

Ketua IPM Adinda Aura menyebutkan, Diklat ini menjadi mengesankan karena para alumni turut hadir. ”Bagaikan cinta yang berkesinambungan antara adik dan kakak. Antara IPM periode sekarang dan periode sebelumnya. Saya senang dan bangga bisa kedatangan kakak-kakak IPM,” ujarnya. Arlia Intan Nilam dalam acara ini mengisi motivasi dan pemahaman dakwah Muhammadiyah kepada para peserta.

”Muhammadiyah berkembang begitu pesat. Dengan perkembangan itu Muhammadiyah membutuhkan kader-kader potensial seperti PR IPM Spemma ini untuk melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujar Nilam. (Choir)

Siswa Asal Korsel Antusias Belajar Kuda LumpingTari

Siswa Asal Korsel Antusias Belajar Kuda LumpingTari

January 30, 2017

SURABAYA - Sebanyak 15 siswa dari Korea Selatan (Korsel) belajar tari kuda lumping di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Kamis (19/1/2017). Mereka belajar kesenian khas Jawa tersebut selama satu minggu.

Saat memperagakan tari kuda lumping, mereka tampak lincah dan bersemangat. Maklum tari kuda lumping baru ditemui, karena di negaranya tidak ada. Para siswa asal Korsel ini mengenakan pakaian yang biasa dipakai saat pertunjukan tari kuda lumping, bahkan lengkap dengan kuda lumpingnya.

 

“Saya senang belajar tari kuda lumping, karena ini merupakan pengalaman baru bagi saya,” terang salah satu pelajar asal Korsel, Park Hong Kyun, pada wartawan usai belajar tari kuda lumping.

Sementara itu, Guru Seni Budaya SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Miftakul Khoir, menyatakan program pertukaran seni budaya lewat pelajar ini sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir.

“Pertukaran seni budaya tidak hanya menjalin kerjasama dengan Korea (Korsel), tetapi juga dengan Filipina. Sehingga budaya yang ada di sini bisa dikenal oleh negara lain,” terang Khoir saat dikonfirmasi.

Menurut Khoir, pihaknya memang sengaja mengajarkan tari kuda lumping terhadap siswa asal Korsel, karena tari kuda lumping merupakan seni budaya asli dari Jawa.

“Tiap tahun kami melakukan pertukaran seni budaya. Sambutan mereka terhadap tari kuda lumping sangat positif, karena ini merupakan hal yang baru,” tukasnya.‪(sus)