Warta sekolah

Bantu asah bakat anak, Spemma gelar Kompetisi Anak Sholeh kala pandemi

January 27, 2021

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) menggelar serangkaian lomba untuk kalangan siswa sekolah dasar se-Surabaya. Kompetisi ini dimulai pada tanggal 26 - 29 Januari 2020. Sebanyak 108 siswa bangku sekolah Dasar yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Anak-anak saya berharap kompetisi Anak Sholeh yang kami gelar tidak hanya mengasah bakat kalian, tapi juga berdakwahlah supaya kalian mendapatkan nilai plus dimata Allah," ujar Drs. Alim, M.Pdi selaku Kepala Sekolah Spemma dalam Technical meeting (23/1) yang dilaksanakan by Zoom.

Kompetisi yang digelar secara daring ini memiliki lima perlombaan bagi para peserta lomba. Diantaranya lomba Tahfidz, lomba Da'i Cilik, lomba menggambar Kaligrafi, lomba Story Telling, dan lomba Tartil.

Sebagai Ketua pelaksana, Miftakhul Khoir, S.Pd. menuturkan bahwa kompetisi ini mampu mengasah bakat siswa/siswi dalam bidangnya. Selama pandemi anak-anak pasti merasa bosan jika hanya pembelajaran jarak jauh. Diharapkannya kompetisi ini, anak-anak mampu mengisi waktu luangnya serta mengasah kembali bakat yang ada dalam diri anak.

Para peserta yang mengikuti lomba wajib mengunggah video mereka pada akun instagram masing-masing peserta dengan mencamtukan hastag yang sudah ditentukan oleh panitia. Dalam videonya, peserta tidak diperbolehkan menambah atau mengedit video yang dilombakan.

Penutupan acara yang dilakukan secara daring dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2020. Pada tanggal tersebut para peserta lomba akan mengetahui hasil dari penilaian para juri. (Mayang)

Pelatihan Blended Learning untuk menyiapkan pembelajaran efektif bagi siswa di semester genap

December 28, 2020

Surabaya, SMP Muhammadiyah 5 mengajak bapak dan ibu guru mengisi libur semester ganjil kala pandemi covid-19 dengan pelatihan Blended Learning. Pelatihan pada tanggal 21, 23 dan 28 Desember dilakukan secara bergilir demi mentaati protokol Kesehatan yang ada. Implementasi Blended Learning sebagai Metode Alternatif yang Efektif pada masa pandemic covid-19 bertujuan untuk mengolah metode dan media ajar guru.

 “Dikala liburan pandemic, SMP Muhammadiyah melaksanakan kegiatan yang tepat untuk mengisi libur semester ganjil bapak ibu guru dengan memberikan pelatihan ini” ujar Zaini selaku ketua PCM Surabaya.

Pelatihan ini mendatangkan Narasumber Bagus Sumantri, S.Si sekretaris IGI kota Surabaya. “Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan disaat pandemic covid-19 ini dibuat supaya lebih ringan,”

Aplikasi yang membantu pembelajaran jarak jauh ini adalah Microsoft Office 365. Didampingi oleh Bagus Sumantri, guru SMP Muhammadiyah 5  Surabaya diberi asupan fitur-fitur yang ada di Microsoft 365 untuk digunakan dalam Blended Learning guna  menjadi media ajar yang efektif. Salah satu fitur yang didalami adalah Microsoft Form, Microsoft Sway dan beberapa fitur yang dapat digunakan sebagai bahan ajar yang efektif di Microsoft 365.

Kepala SMP Muhammadiyah 5 menjelaskan bahwa hanya 20% angket siswa kelas 9 yang menyetujui pemebelajaran tatap muka. Persetujuan ini tentunya dari orang tua siswa kelas 9. Maka dari itulah dengan adanya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran daring oleh guru.

Selama pembelajaran jarak jauh dilakukan, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya memborong lebih dari dua juara dalam Muhammadiyah Education Award di kategori High-Performing School. Kategori yang dijuarai oleh SMP Muhammadiyah ini ialah International Achievements, MoU & Follow up Programs, Increased Number of Student, dan Innovation in.

Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya juga ikut berpartisipasi dalam lomba Muhammadiyah Education Award. Sultan Hilmi siswa kelas 8 dari kelas Internasional mendapat penghargaan special untuk kategori lomba pidato Bahasa Inggris. Serta Nuur Raudhah siswi kelas 9 mendapat penghargaan  special untuk kategori lomba pidato bahasa arab.

Menuju semester Genap tahun 2021, SPEMMA mengadakan Pembelajaran Modul Covid untuk Guru dan Siswa bersama FK Unair.

December 22, 2020

Pembelajaran modul covid-19 diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) hari Sabtu (18/12) melalui aplikasi ZOOM bersama dengan Fakultas Kedokteran Univeritas Airlangga Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi lebih kepada para guru dan siswa terkait virus ini. Wacana sekolah tatap muka oleh Pemkot Surabaya pada bulan Desember yang akhirnya dibatalkan, disebabkan oleh meroketnya virus covid-19 meski dua bulan sebelumnya dikabarkan sempat menurun.

 “Covid-19 dapat dicegah dengan 4 cara yaitu memakai masker, mencuci tangan, tetap di rumah, dan berjaga jarak,” jelas Eka Candra, S.Kep. sebagai pemateri.

Selain menjelaskan tentang virus covid-19, Candra memberikan informasi mengenai cara penggunaan dan pemakaian masker yang benar sesuai protokol kesehatan. Dijelaskannya, bahwa pemakaian masker yang benar adalah dengan menutup area hidung dan mulut. Tetapi masyarakat masih banyak yang menggunakan masker dengan cara yang kurang benar.

 Tidak hanya informasi penggunaan protokol Kesehatan yang benar, informasi asupan gizi dan aktivitas olahraga yang cukup juga diutarakan oleh Candra. “Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan olahraga cukup maka kita akan membentuk antibody yang kuat sehingga virus covid-19 tidak mudah masuk kedalam tubuh kita,”

Normal baru yang sudah berjalan berbulan-bulan tidak menjadi tolak ukur bahwa virus covid-19 hilang dengan sendirinya. Protokol Kesehatan masih terus dan wajib dilakukan guna menyelamatkan hidup sendiri dan orang lain. Salah satunya ialah mencuci tangan yang wajib dilakuka dan Tindakan yang dapat mencegah penularan covid-19 . 

Drs. Alim, M.Pd selaku kepala sekolah berharap, dengan adanya sosialisasi pemebalajaran modul covid-19 ini para Guru dan siswa dapat mencegah penularan virus covid-19 dengan melaksanakan protokol Kesehatan. Dengan melaksanakan protokol Kesehatan, maka semua akan selamat dari bahaya virus covid-19.

SPEMMA sukses gelar PAS daring

December 12, 2020

Senin (7/12) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan penilaian semester dengan sistem daring untuk kedua kalinya setelah Oktober lalu melangsungkan PTS daring. PAS daring berlangsung selama 7 hari kedepan dengan durasi 1,5 jam setiap mata pelajaran yang diujikan.

Sekolah tetap menerapkan PAS daring dengan melakukan tatap muka menggunakan aplikasi Microsoft 365  yang sudah dioperasikan oleh Siswa SMP Muhammadiyah 5 sejak bulan Juli awal tahun pelajaran baru. Sehingha para siswa sudah berlatih menggunakan Microsoft 365. Fitur yang digunakan oleh siswa dalam belajar daring adalah Microsoft Teams sehingga para siswa tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar menggunakan Microsoft Teams tersebut.

Dalam pelaksanaan PAS daring, guru sebagai pengawas ujian memberikan peraturan yang wajib dilakukan. Peraturan tersebut ialah mengaktifkan kamera laptop atau ponsel para siswa supaya terlihat oleh pengawas ujian. Setiap kelas daring diawasi oleh satu guru pengawas ujian sehingga dapat mengontrol para siswa dalam melaksanakan PAS daring.

Para siswa tetap dalam pengawasan guru, sebab hal ini adalah antisipasi yang mungkin jika ada kendala pada Microsoft Teams siswa, pengawas ujian dapat membantu memberikan solusinya. Beberapa kendala yang sering terjadi ketika PAS daring adalah ketidakmunculan link dari aplikasi yang digunakan serta beberapa kendala yang datang dari siswa. Dari situlah pengawas ujian akan membantu memberikan solusinya.

Diadakannya PAS daring ini memudahkan guru untuk mengontrol kegiatan PAS para siswa supaya tetap berjalan dengan baik tanpa adanya kecurangan. "Anak-anak kami harapkan tetap berlaku jujur ketika dilangsungkan PAS daring tanpa adanya kecurangan. Ini dilakukan supaya kami tetap membentuk karakter anak ketika dalam pembelajaran daring yang puncaknya adalah ujian PAS." Tutur Lukman selaku kesiswaan serta kordinator pengawas PAS daring.

Sekolah yang biasanya dikenal dengan sebutan SPEMMA berusaha semaksimalnya untuk tetap mengontrol anak-anak dalam kegiatan daring selama masa pandemi ini. Tidak hanya berlaku dalam kelas daring saja, namun dengan adanya PAS daring ini dapat mengawasi siswa ketika ujian daring berlangsung. Supaya para siswa tetap menerapkan sikap jujurnya dalam mengerjakan ujian.

Guru-Walimurid SPEMMA Doa Bersama dan Aksi Simpatik Rindu Pembelajaran Tatap Muka

December 4, 2020

Rencana sekolah tatap muka untuk SMP yang akan dimulai awal Desember kembali dievaluasi oleh pemkot Surabaya, menyusul ditemukannya hasil positif pada test swab ribuan pelajar di 17 SMP yang bakal menjadi pilot project pembelajaran tatap muka.

Prihatin akan hal tersebut Selasa pagi (1/12) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) adakan doa bersama dan aksi simpatik bertema “Rindu Pembelajaran Tatap Muka” yang diikuti para guru dan perwakilan wali murid.

Acara diawali sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, agar segera keluar dari pandemic Covid-19 sehingga aktivitas pembelajaran sekolah bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Selanjutnya para guru dan wali murid Spemma bubuhkan tanda tangan dan ungkapan hati pada selembar spanduk berurukan 4 x 3 meter bertuliskan “Guru dan Wali Murid SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Rindu Pembelajaran Tatap Muka”.

Doa dan aksi simpatik tersebut sebagai simbol dukungan dan harapan agar pembelajaran tatap muka bisa segera kembali dilaksanakan, meski dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya berharap anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan tetap menggunakan protokol Kesehatan selama di sekolah, karena sudah 10 bulan anak-anak merasakan betapa bosannya belajar di rumah” ujar salah satu wali murid kelas 9B.

Pihak sekolah juga berharap  agar masyarakat turut mendoakan agar pandemi ini segera berakhir dan aktivitas pendidikan bisa berjalan sesuai Adaptasi Kebiasaan Baru, khususnya terkait pembelajaran Tatap Muka.

“Kita mengadakan doa bersama untuk meminta kepada Allah Swt supaya pandemic covid-19 segera berlalu sehingga siswa-siswi tercinta kami dapat melakukan pembelajaran seperti semula” ungkap Alim selaku kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Selanjutnya seluruh peserta aksi, para guru dan wali murid, meninjau persiapan dan kelengkapan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menerapkan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru dan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila telah diijinkan pemkot Surabaya. Termasuk telah melaksanakan test Swab seluruh guru dan karyawan Spemma beberapa waktu yang lalu.

Peringati hari Guru, Spemma menerbitkan 2 karya buku.

November 29, 2020

Dalam rangka meningkatkan kualitas guru, Sabtu 19 September 2020 yang lalu, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengadakan pelatihan menulis artikel dengan tema “Meningkatkan Karya Literasi di Masa Pandemi” pelatihan yang berlangsung selama dua sesi tersebut (tanggal 19 dan 26 September 2020) mendatangkan seorang narasumber peraih penghargaan guru berprestasi tingkat nasional 2015 yaitu Drs. Najib Sulhan M.A.

Narasumber yang telah menerbitkan buku ke 50 tersebut berbagi cerita, berbagi pengalaman dengan guru di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya bahwasanya menulis adalah sesuatu yang gampang dan sangat mudah. “Bapak ibu, sebenarnya menulis itu gampang dan mudah. Mungkin yang selama ini menjadi kendala bagi kita semua adalah merasa tidak punya waktu. Sebenarnya bukan tidak punya waktu, yang lebih tepat mungkin karena kita kurang bisa mengatur waktu dengan baik.” Kata pria yang biasa disapa Najib tersebut.

Di akhir presentasi materi, Najib memberikan waktu kepada seluruh peserta pelatihan untuk berupaya membuat tulisan dan menuangkan semua ide-ide yang ada dalam pikiran masing-masing peserta. Dari waktu yang telah disediakan, hampir semua peserta telah menulis artikel bertema menjadi guru ideal dan terkumpul hamper 100 halaman, dan rencana setelah melalui proses editing, akan diterbitkan menjadi sebuah buku dalam waktu dekat.

Dua buku yang menjadi hasil karya guru SMP Muhammadiyah 5 Surabaya berjudul “Guru Ideal di Era Mileneal” dan “Bangga menjadi Guru Muhammadiyah”. Buku tersebut telah diterbitkan tiga hari setelah pelatihan kepenulisan. Buku yang diterbikan ini akan ditempatkan di rak buku siswa yang ada di setiap ruang kelas. Untuk mendukung program literasi, para siswa membaca buku setiap hari selasa dan kamis sebelum pembelajaran dimulai.

Salah satu guru olahraga, Dhelila Eka mengungkapkan bahwa dengan mengikuti pelatihan menulis mampu membuat imajinasi yang ada di pikiran menjadi berkembang Ketika dituangkan kedalam tulisan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 berahap bahwa guru-guru dapat memberikan karya meskipun melalui tulisan. “Dengan adanya Pelatihan menulis Artikel, saya berharap guru di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dapat terus berkarya melalui tulisan,” tuturnya.

Dengan Aplikasi Ini, Anak Zaman Now Gampang Jadi Komikus

Dengan Aplikasi Ini, Anak Zaman Now Gampang Jadi Komikus

May 13, 2019

Menjadi komikus di zaman now ternyata gampang. Perangkat teknologi sangat membantu. Dengan satu aplikasi Comic Life jadilah komik yang dikehendaki. Itu yang dicoba siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma).

Mereka membuat komik pelajaran sistem reproduksi manusia. Ini materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX semester gasal yang berisi istilah-istilah reproduksi yang sangat tabu disebut.

”Umumnya siswa belajar IPA dengan membaca buku teks menghafal banyak istilah. Sangat membosankan,” kata Alimmatus Firmansyah SPd, guru IPA. Sebanyak 28 siswa kelas IX-A berkreasi dengan memvisualkan pelajaran reproduksi manusia lewat komik. Para siswa ini dibagi menjadi enam kelompok. Masing-masing membuat versi komik sesuai selera mereka.

uru memandu cara install aplikasi pembuat komik Comic Life di laptop siswa. Lalu muncul tahapan pembuatan komik yang baik. Menentukan nama dan gambar tokoh, penentuan karakter atau sifat tokoh, alur cerita yang menarik sesuai topik-topik dalam materi sistem reproduksi manusia.

Misalnya pembelahan sel, struktur dan fungsi organ reproduksi manusia, siklus menstruasi, ovogenesis dan spermatogenesis, fertilisasi dan kehamilan, jenis-jenis penyakit sistem reproduksi manusia beserta upaya pencegahannya.  

Komik itu digarap selama tiga pekan. Lalu tiap-tiap kelompok menunjukkan ke guru untuk direvisi dari segi alur cerita, pemilihan gambar tokoh, hingga pemilihan background komiknya.

”Faktor penilaian terpenting terletak pada kebenaran konsep yang diperoleh siswa dari berbagai sumber dan dituangkan dalam bentuk komik,” kata Alimmatus Firmansyah yang mengajar sejak 2008.

Setelah disempurnakan jadilah karya imajniasi kreatif yang dibuat siswa. Karya komik itu di-upload di laman blog https://biologiipasmp.blogspot.com/2019/03/komik-sistem-reproduksi-manusia-buatan.html atau https://firmanbiologi.wordpress.com/2019/03/26/6-komik-sistem-reproduksi-manusia-karya-siswa-smp/ agar dapat dimanfaatkan untuk belajar sistem reproduksi manusia. (Firman)

Spemma Gelar Try Out, Inilah Hasilnya

Spemma Gelar Try Out, Inilah Hasilnya

May 13, 2019

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya mengadakan try out online yang diikuti siswa SD se-Surabaya, Sabtu (30/4/2019).

Acara diikuti 1.500 siswa yang mengerjakan soal lewat internet. Dari jumlah itu diambil 40 siswa dengan nilai tertinggi untuk mengikuti babak final di sekolah memperebutkan juara 1, 2, dan 3.

Sebelum peserta mengerjakan soal, disuguhi hiburan musik band, musikalisasi puisi, dan baca Alquran. Selesai hiburan peserta memasuki kelas dan menghadap komputer. Membuka akses ke soal try out lalu mengerjakan soal-soal mata pelajaran UNBK untuk kelas 6 SD/MI dalam waktu 120 menit.

Waktu ujian selesai. Hasilnya langsung bisa diketahui. Abdullah Mufid Mubarrok dari SDI Maryam mendapatkan juara 1. Tiara Amani dari SDN Kertajaya meraih juara 2. Gadzizah Egnia dari SDN Ploso I meraih juara 3. Mereka mendapat trofi dan uang mulai Rp 500 ribu, Rp 400 ribu dan Rp 300 ribu.

Kepala Sekolah Muslikhan menuturkan, try out online ini untuk memotivasi siswa kelas 6 agar lebih giat belajar. ”Latihan soal-soal ini bisa memahami model soal dan kemampuan mengerjakan. Hasilnya bisa memacu semangat belajarnya supaya mendapat hasil yang terbaik saat UNBK,” ujarnya.

Dia jelaskan, babak penyisihan diberi waktu selama dua pekan untuk peserta memilih hari mengerjakanya. Babak berlangsung antara 18 – 28 Maret 2019. Peserta yang mendapatkan nilai tertinggi dan ketepatan waktu saat mengerjakan soalnya masuk final.

Juara 1 Abdullah mengatakan, bangga mengikuti try out online Spemma, sebutan SMP Muhammadiyah 5 ini. Apalagi bisa mendapat nilai tinggi di antara siswa se-Surabaya. (Choir)

Sempat Hampir Terjatuh, Akhirnya Siswa Ini Bisa Taklukkan Kuda Sewaan dan Raih Juara

Sempat Hampir Terjatuh, Akhirnya Siswa Ini Bisa Taklukkan Kuda Sewaan dan Raih Juara

May 13, 2019

Salah satu siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya “Spemma” Lutfi, Hidayat, menjuarai lomba berkuda tingkat nasional di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (24/3). Bagi siswa berbadan cukup gemuk dan sangat imut itu, memenangi lomba berkuda adalah hal yang luar biasa.

Sebab, lomba yang dia ikuti ialah lomba setingkat nasional. Para peserta dalam kompetisi lomba tersebut berasal dari berbagai kota.

Ada sekitar 110 peserta yang mengikuti lomba tersebut. Ada yang dari Tangerang, Semarang, Jakarta, dan masih banyak lagi dari kota-kota lainya. Lutfi merebut juara kedua dengan tim penilai dari Jerman dan juara ketiga dengan tim penilai dari Inggris. Lomba ini lebih menarik dan menantang bagi Lutfi sebab kuda yang dinaikin bukan kudanya sendiri. Tapi, kuda yang ia pakai adalah kuda yang disewa untuk sekali acara.

 

Lutfi mengatakan, saat mengendarai kuda, dirinya sempat hampir terjatuh. “Kuda yang dipakai masih belum peka dengan perintah saya,” ujarnya.

Tapi, masalah ini tidak menyulitkannya sebab sudah terbiasa bermain dengan berbagai macam kuda.

“Tentu pertandingan ini sangat menarik buat saya soalnya saya bisa mengendarai kuda baru dan baru saya kenal,” imbuhnya.

Prestasi yang ditorehkan Lutfi menjadi kebanggaan tersendiri buat orang tua, pelatih, dan tentu saja sekolah. Rasa bangga ini disampaikan Muslikhan, kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya.

“Saya bangga dengan kemenangan ananda Lutfi Hidayat. Dia sudah menang di tingkat nasional dalam lomba berkuda. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi siswa Spemma tidak hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang nonakademik,” tutur Muslikhan. (Choir/Achmadsan)