Jelang Idul Adha, Siswa di Surabaya Periksa Kesehatan Hewan Kurban di Sekolah

Jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) masih terus menyebar di beberapa wilayah Indonesia.

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap melakukan ibadah kurban dan penyembelihan hewan kurban.

Guna memastikan daging kurban aman sampai ke tangan penerima, 10 siswa yang tergabung dalam dokter cilik (dokcil) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya melakukan kegiatan pemeriksaan hewan kurban di Sekolah.

Jessica Shelomita, salah satu dokcil mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dilakukan untuk memeriksa kondisi hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha nanti.

"Hari ini kita melakukan pemeriksaan hewan kurban terutama pada sapi dan kambing. Ini kita lakukan untuk memastikan dan meyakinkan pada penerima daging, bahwa hewan yang dikurbankan nanti dalam keadaan sehat dan warga tidak perlu khawatir lagi," kata Jessica ketika ditemui Basra, Jumat (8/7).

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan. Di antaranya hewan mau makan atau tidak, melihat apakah ada luka/lepuh pada daerah mulut hewan (termasuk lidah, gusi, pipi bagian dalam dan bibir).

Selanjutnya keempat bagian kaki hewan (tumit, celah kuku, dan sepanjang coronary bands kuku) tidak ada luka, serta hewan tidak mengeluarkan air liur berlebihan (hiper salivasi) disertai busa.

"Setelah hasil pemeriksaan tadi, alhamdulillah, seluruh hewan yang akan dikurbankan besok dalam keadaan sehat dan aman," tuturnya.

Sementara itu, Miftakul Khoir selaku Humas SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan guna memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat bahwa wabah PMK tidak perlu ditakuti.

"Semua ada solusinya. Karena saya lihat tahun ini banyak warga yang takut berkurban karena adanya wabah PMK ini. Jadi ini kita pastikan dulu bahwa sapi yang kita beki sudah benar-benar sehat dari PMK," tuturnya.

Diketahui, Idul Adha tahun ini, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya akan menyembelih sekitar 12 kambing dan 3 ekor sapi.

"Nantinya, daging kurban ini akan kita bagikan ke orang-orang yang membutuhkan yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Semoga dengam adanya pemeriksaan ini, warga yang menerima daging tidak khawatir lagi," pungkasnya.



Dipublikasikan di https://spemma.sch.id/index.php?p=news&action=shownews&pid=108 pada tanggal 8 Juli 2022