Lima Tips Hindari Insecure Menurut Dai Muda Spemma

Pernahkah kalian merasa tidak percaya diri? Pernahkah kalian selalu suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Nah, kalau pernah artinya kalian sedang mengalami insecure.

Itulah pertanyaan pemicu yang dilontarkan Zabrina Putri Ardiansyah dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di kanal Youtube SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Tepat menjelang berbuka puasa pada Senin (17/4), peserta didik kelas VII-F itu menjelaskan seseorang yang mengalami insecure lebih fokus pada kekurangan dirinya dibanding memaksimalkan potensinya.

“Hal-hal yang dibandingkan biasanya terkait pandangan masyarakat, misalnya bentuk tubuh, warna kulit, pekerjaan, dan lain-lain,” ujarnya.

Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari sikap insecure? “Pertama, terimalah kondisi pada diri sendiri. Bila telah mampu berdamai dengan segala kekurangan dalam diri, maka perkataan buruk dari orang lain tidak akan berarti apa-apa,” jelasnya.

Cewek yang mengenakan baju Hizbul Wathan saat menyampaikan kultumnya menambahkan Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 22 yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasa dan warna kulit. Sesungguhnya demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”

Kedua, memaksimalkan potensi atau kelebihan setiap orang. Tidak perlu fokus pada kekurangan. Lebih baik alihkan pada kegiatan untuk mengembangkan potensi diri.

Ketiga, jangan suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Allah SWT. telah mengatur seluruh bagian tubuh yang kita miliki.

Keempat, jangan kufur terhadap nikmat Allah SWT. Hal itu termaktub dalam Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: “Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Lalu menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling taqwa.”

“Tidak perlu membuat perbedaan menjadi ajang pembanding diri sendiri. Hal itu dapat menyebabkan rasa tidak bersyukur,” tambah dai muda Spemma itu.

Kelima, selalu bersyukur akan adanya perbedaan. Bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah SWT telah berikan dan dilebihkan untuk setiap manusia. Seperti halnya, munculnya pelangi yang terlihat indah karena keberagaman warnanya.



Dipublikasikan di https://spemma.sch.id/index.php?p=news&action=shownews&pid=101 pada tanggal 21 April 2022