Warta sekolah

Perdana! Spemma mendapat kunjungan study banding dikala Pandemi.

February 18, 2021

(16/02) Yayasan Nurul Fikri Islamic Education Center Sidoarjo berkunjung ke SMP Muhammadiyah 5 Surabaya untuk melakukan study banding sekolah. Yayasan yang berdiri sejak 2002 ini memilih Spemma untuk menjadikan sekolah yang dapat digali informasi mengenai pendirian gedung hingga mencetak peserta didik yg banyak.

Kedatangan tamu dari Yayasan Nurul Fikri Education Center Sidoarjo disambut hangat oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Kunjungan ini dihadiri oleh Ustadz Syaiful Arifin, SS, M.Pd sebagai Advisor, Muammal Jasin M.Pd sebagai Direktur Eksekutif dan beberapa tim Yayasan Nurul Fikri yang lain.

Tidak lupa laksanakan protokol kesehatan, para tamu tetap menggunakan masker dan mencuci tangan selama berada di sekolah. Ini guna untuk melindungi diri dan seluruh yang ada di gedung sekolah, karena ini adalah kunjungan pertama selama masa pandemi.

Dalam pembukaan acara, Drs. H. Alim, MpdI selaku kepala sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada yayasan Nurul Fikri Islamic Education Center yang telah berkunjung ke Spemma untuk study banding sekolah.

"Kami sharing tentang strategi managerial, hubungan dengan wali murid, proses membangun dan memelihara hubungan dengan sekolah di luar negeri, dan proses menjadi sekolah unggul" tuturnya.

Muammal Jasin, M.Pd selaku Advisor menyampaikan bahwa Yayasan Nurul Fikri Education Center ingin membangun SMP setelah lama mendirikan Sekolah Dasar sejak tahun 2002.

"Kami berencana ingin membuka SMP, kunjungan ini tujuannya untuk belajar dan sharing bagaimana cara membangun serta mengelola SMP hingga menjadi sekolah yang unggul. Maka kami mengucapkan terima kasih atas ketersedian SMP Muhammadiyah 5 yang telah membantu kami dalam menggapai cita-cita membangun sekolah SMP" tutur Muammal Jasin, M.Pd

Adapun yang digali dalam kunjungan study banding ini ialah mengenai tatanan sekolah, pembangunan gedung sekolah, penanganan siswa, menagement keuangan di sekolah, hingga mendapatkan siswa yang banyak. Kompetensi guru profesional untuk sekolah pun tidak lupa disampaikan.

"Sekolah baru pertama harus memperhatikan SDM-nya, harus betul-betul bagus, berkualitas dan yang terpenting kualifikasi guru, sekarang tidak boleh lagi merekrut guru yang tidak sesuai dari kualifikasi" jelas Edi Sutanto, S.Pd, M.Pd selaku tim sekolah Unggul SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. (Mayang)

_PRINT