Warta sekolah

Siswa kelas 8 SPEMMA berhasil mengikuti Try Out AKM untuk pertama kalinya

February 14, 2021

Sebagai pengganti ujian nasional dalam dunia pendidikan, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menjadi program terbaru yang pemerintah luncurkan pada tahun 2020. AKM ini merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk dapat mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat.

 

Literasi membaca, literasi numerasi adalah dua kompetensi mendasar yang diukur AKM. Namun dalam pembelajaran AKM di Spemma, ada empat kategori kompetensi diantara lainnya ialah literasi numerasi, literasi membaca, literasi sains dan literasi karakter. Empat kompetensi ini yang diberikan untuk siswa yang mengikuti AKM yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

 

Setelah melakukan pembinaan AKM dari bulan Desember tahun 2020, SPEMMA kali pertamanya melaksanakan Try Out AKM selama 4 hari. Try Out AKM dilaksanakan guna melihat kemampuan siswa dalam mengerjakan soal AKM di Try Out pertama ini. Soal yang disajikan dalam Try Out ini sebanyak 5 butir dengan konsep yang berbeda-beda setiap soalnya.

 

“Kami sajikan lima soal untuk siswa-siswi ini karena kami ingin melihat kemampuan siswa-siswi dalam mengerjakan soal AKM. Serta kami dapat menilai pencapaian apa yang didapat oleh siswa-siswi ini selama pembinaan AKM,” ujar Misbach N., S.Si, MM selaku kaur kurikulum sekolah.

 

Try Out dilakukan secara daring dengan bergabung dalam meeting pada aplikasi Teams. Ini bertujuan untuk  melihat serta mengawasi siswa bagaimana  dalam menjalankan Try Out AKM pertamanya ini.

 

Tujuan Try Out AKM ini untuk mengetahui sejauh mana para siswa dapat memahami soal-soal AKM pada waktu pembinaan selama empat hari dalam seminggu. Dari hasil Try Out yang sudah muncul, dapat diketahui aspek apa yang dirasa siswa masih atau kurang mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di soal-soal AKM. Lalu diharapakan dengan mengetahui hasil dari Try Out AKM pertama ini, para Pembina AKM akan selalu membimbing dalam setiap pembelajarannya.

 

“Bapak dan Ibu Pembina diharapkan memberikan pembelajaran yang terbaik untuk siswa-siswi SPEMMA, karena AKM ini merupakan program pemerintah baru guna pengganti Ujian Nasional yang telah mandarah daging dalam dunia Pendidikan,” ujar kepala sekolah Spemma Drs. H. Alim, M.PdI

 

Sebagai transisi pergantian ujian nasional, SPEMMA tetap selalu membimbing para siswanya untuk mengenal lebih jauh AKM dengan berbagai bentuk konsep soal yang disajikan. Dengan pembinaan yang dilakukan empat hari dalam seminggu, para siswa akan terbiasa dengan soal-soal latihan AKM yang telah dipelajari. Maka, para siswa diharapkan mampu mencapai pembelajaran AKM. (Ida Ayu Mayangsari)

_PRINT