
Sebanyak 16 siswa Daejo Middle School Busan Korea Selatan gelar Student Exchange di SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya sebagai komitmen membangun mitra strategis dalam memperluas jejaring pendidikan internasional. Mereka begitu antusias berkunjung ke Spemma untuk mempelajari budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa selama empat hari. Senin (12/01/2026).
“Alhamdulillah, kunjungan pertukaran pelajar Daejo Middle School Busan ke SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya berjalan lancar. Ini merupakan bentuk nyata dari hubungan Sister School yang sangat positif.” Ujar Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., Kepala SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya ini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunjungan ini membuktikan bahwa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya telah berhasil membangun jejaring internasional dan memberikan eksposur global nyata bagi murid.
“Pelajar Busan belajar tentang budaya dan keramahan Indonesia, sementara murid Spemma belajar tentang disiplin dan etos kerja khas Korea Selatan.” Ungkapnya.
Ustadz Misbach juga menyampaikan bahwa pertukaran pelajar ini menjadi sarana terbaik bagi murid kedua Sekolah untuk mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris (sebagai bahasa pengantar) dalam situasi dunia nyata.
“Ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan interaksi di Sekolah dan sistem homestay menciptakan ikatan emosional yang memperkuat hubungan antar keduanya. Ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi terbatas oleh sekat geografis. Spemma tetap menjadi mitra strategis yang dipercaya oleh Daejo Middle School Busan dalam bidang pendidikan.” Pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Program Internasional Spemma Pucang Surabaya, Ustadzah Arlia Intan Nilamsari, S.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun ini durasi kunjungan para siswa dari Korea Selatan tergolong singkat namun sangat padat materi.
“Kegiatan dibagi menjadi dua, yaitu dua hari di lingkungan Sekolah dan dua hari penjelajahan kota (city tour). Selama di Sekolah, para siswa Korea diajak menyelami kearifan lokal melalui berbagai aktivitas menarik.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kegiatan diawali dengan pengenalan bahasa dengan mempelajari dasar-dasar Bahasa Indonesia serta Bahasa Jawa beserta aksaranya.
“Mereka juga dikenalkan tentang kuliner tradisional, dan praktik langsung membuat minuman khas Jawa, Es Dawet, serta membuat Bakso.” Imbuhnya.
Selanjutnya, lanjut Ustadz Nilam, panggilan akrabnya, bahwa mereka juga dikenalkan dan diajak mengikuti permainan tradisional (traditional games) dan kelas matematika menyenangkan (fun mathematics).
“Es dawet kami pilih karena ini adalah minuman ikonik yang sangat terkenal di Jawa. Karena kami berada di tanah Jawa, penting bagi mereka untuk mengenal cita rasa asli daerah ini.” Ungkapnya.
Ustadzah Nilam juga menyampaikan bahwa selain itu, kegiatan akademik di kelas, para siswa Korea juga akan melakukan kunjungan ke beberapa titik penting di Jawa Timur. Mereka dijadwalkan mengunjungi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk belajar seni karawitan dan gamelan.
“Pertukaran ini tidak hanya soal edukasi pendidikan, tetapi juga culture exchange. Di Unair nanti mereka akan bersentuhan langsung dengan alat musik tradisional kita.” Katanya.
Ia juga mengatakan bahwa agenda city tour akan mencakup kunjungan ke pusat perbelanjaan di Surabaya serta perjalanan luar kota menuju Jatim Park 1 di Kota Batu. Kunjungan 16 siswa Korea ini merupakan balasan dari kegiatan serupa yang dilakukan siswa Spemma ke Korea Selatan pada November sebelumnya.
Ia juga berharap bahwa program ini dapat terus berlanjut dengan inovasi yang lebih beragam setiap tahunnya, sehingga lebih enjoy dan mengenal lebih dalam budaya dan karakter Indonesia.
“Kegiatan ini terus berlangsung, lebih inovatif, dan anak-anak bisa lebih enjoy. Terutama untuk siswa Korea, kami ingin mereka benar-benar mengenal dan mencintai budaya serta karakter Indonesia.” Pungkasnya.