Berita

Hal< 1 2 3 4 5 >
Total 5 hal
Spemma Kembali Galakkan Qumil Lail secara Daring dan Bergiliran

Spemma Kembali Galakkan Qumil Lail secara Daring dan Bergiliran

September 15, 2021

Setelah tahun lalu vakum, Spemma (SMP Muhammadiyah 5 Surabaya) kembali menggalakkan Qumil Lail. Kegiatan shalat malam yang dirancang khusus oleh tim Ismuba (singkatan dari Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) Spemma digelar setiap satu tahun sekali.

 

Kegiatan Qumil Lail diikuti oleh seluruh siswa serta wali murid, guru, dan karyawan Spemma tiap Sabtu pada September 2021. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 4 September 2021 yang diikuti oleh siswa kelas 7, tanggal 11 September 2021 diikuti oleh siswa kelas 8, dan yang terakhir tanggal 18 September yang diikuti oleh siswa kelas 9.

 

“Kegiatan Qumil Lail salah satu kegiatan utama yang biasanya dilakukan tatap muka di sekolah. Namun, dengan kondisi yang tidak memungkinkan seperti ini, kami mengemasnya dengan sedikit berbeda. Kegiatan ini dikemas dengan konsep daring,” kata Masduki SPd, ketua pelaksana kegiatan.

 

Aktivitas selama kegiatan Qumil Lail ialah membaca bacaan shalat (sesuai bacaan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah), tadarus, dialog interaktif, dan yang terakhir shalat malam yang dilakukan secara berjamaah.

Menurut Masduki, para siswa diharapkan melaksanakan ibadah shalat malam berjamaah dengan orang tua. Ini guna merekatkan hubungan anak dan orang tua sehingga dapat menjadi keluarga yang dirindu surga, sesuai tema dalam kegiatan Qumil Lail kali ini.

Masduki mengatakan, kegiatan yang biasanya mendatangkan anak-anak ke sekolah dialihkan dengan bantuan meeting room by Zoom. Tidak hanya itu, kegiatan ini mendatangkan para kader Muhammadiyah yang telah dikenal oleh masyarakat Muhammadiyah di Surabaya.

 

“Kita mengundang kader Muhammadiyah sebagai pemateri dalam dialog interaktif yang menjadi salah satu inti acara dalam kegiatan Qumil Lail. Dengan itu anak-anak akan mengetahui banyak hal mengenai bagaimana menjadikan suatu keluarga yang dirindu surga,” tambah Masduki.

 

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Drs H. Alim MPdi berharap, dengan adanya kegiatan ini, anak-anak menjadi lebih sering melakukan kegiatan shalat malam di rumah bersama keluarga.

 

“Seperti pada tema, keluarga yang dirindu surga, ialah keluarga yang mengajak keluarganya melakukan kebaikan bersama-sama dan salah satunya shalat malam. Kami berharap anak-anak dapat mengamalkan secara kontinu,” ujar Alim. (Ida Ayu Mayangsari/AS)

 

 

Simulasi Hybrid Learning Spemma Dipantau Langsung Diknas Kota Surabaya

Simulasi Hybrid Learning Spemma Dipantau Langsung Diknas Kota Surabaya

September 8, 2021

Pengawas SMP wilayah Surabaya Timur Sugeng Joko Warsito MPd bersama petugas Puskesmas Ngagel Surabaya Fonnyta H. SKM meninjau langsung pelaksanaan asesmen simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma), Rabu pagi (8/9/2021)

 

PTM di Spemma dikemas khusus dalam program pembelajaran inovatif dan canggih dengan diberi nama “Hybrid Learing”. Model ini menggabungkan pembelajaran daring (online) dan luring (offline) yang berlangsung secara live.

 

“Hybrid Learning mengutamakan pembelajaran offline, tapi bisa diikuti secara online dari rumah menggunakan aplikasi Teams,” ungkap Drs Alim MPd, kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Alim melanjutkan, demi pelaksanaan Hybrid Learning, dipersiapkan empat peralatan berteknologi canggih. Pertama, kamera khusus menghadap papan tulis. Kedua, kamera yang bisa mengikuti pergerakan guru. Ketiga, Mic + Speaker yang bisa memfasiliasi interaksi komunikasi di kelas dan di rumah. Keempat, LCD Monitor + proyektor yang bisa menampilkan video siswa di rumah.

 

“Kamera untuk papan tulis memiliki wide angle dan ketajaman gambar dan tulisan. Sedangkan kamera yang mengikuti guru berjenis kamera PTZ bermodul gerak hingga 320 derajat. Juga terdapat mic + speaker yang peka suara beradius 4 meter dan langsung masuk ke sistem Teams. Kami sediakan monitor LCD sekaligus proyektor untuk menampilkan siswa online yang bergabung mengikuti pembelajaran,” terang Alim.

 

Hybrid Learning asesmen simulasinya dimulai Rabu (8/9/2021) di dua ruang kelas masing-masing diikuti 25 persen siswa kelas 9. Terbagi atas kelas 9 E-F untuk Senin dan Rabu, Selasa dan Kamis untuk kelas 9 A-B, Selasa-Jum’at untuk kelas 9 C-D.

 

Rencananya, kata Alim, seluruh proses pembelajaran dari datang hingga pulang akan dilaporkan langsung ke diknas kota Surabaya untuk dinilai sekaligus dievaluasi.

 

Setelah asesmen simulasi, jika di-ACC diknas, Hybrid Learning dilaksanakan untuk seluruh siswa kelas 9 sebanyak 7 kelas bergantian. Sebulan berikutnya ditambahkan kelas 8 sebanyak 8 kelas. Sebulan selanjutnya ditambahkan kelas 7 sebanyak 7 kelas.

 

“Sesuai prosedur, sebelum memasukkan siswa tetap didahului polling kepada wali murid, apakah mengizinkan putra-putrinya masuk sekolah mengikuti PTM,” tegas Alim.

 

Saat meninjau asesmen simulasi Hybrid Learning Spemma turut disaksikan perwakilan wali murid yang tergabung dalam Ikwan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

 

“Kami sangat mendukung dan apresitif atas inovasi dan terobosan Spemma untuk penyelenggaran pendidikan yang modern dan aman di masa pandemic,” kata Agus Setiono, perwakilan Ikwam.

Lantik Pengurus Baru, Ikwam Spemma Siap Jadi Jembatan Aspirasi Wali Murid

Lantik Pengurus Baru, Ikwam Spemma Siap Jadi Jembatan Aspirasi Wali Murid

August 31, 2021

 

KLIKMU.CO

Beranda SekolahMu

SekolahMu

Lantik Pengurus Baru, Ikwam Spemma Siap Jadi Jembatan Aspirasi Wali Murid

Penulis Diunggah: Achmadsan -Agustus 31, 20210123

 

Drs H Alim MPdi membacakan Surat Keputusan (SK) pengurus Ikwam Spemma Periode 2021-2023. (Tangkapan layar Mayangsari/KLIKMU.CO)

 

KLIKMU.CO – SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) sukses menggelar pelantikan pengurus baru Ikatan Wali Murid (Ikwam) Spemma periode 2021 – 2023, Sabtu (28/8/2021). Pelantikan yang digelar secara daring itu dihadiri oleh calon IKWAM periode baru dan sebagian pengurus IKWAM periode 2019-2021.

 

Ikwam merupakan suatu jembatan bagi wali murid dalam menyampaikan aspirasi untuk sekolah. Peranan wali murid sangat penting bagi sekolah, dengan adanya IKWAM, sekolah dapat dengan mudah mendengarkan segala kritik dan saran yang disampaikan oleh para wali murid.

 

Pengurus Ikwam periode 2021-2023 ialah Agus Setiono, S.H sebagai Ketua Ikwam, Edwin Sjarif sebagai Wakil Ketua I, Minang Hendra sebagai Wakil Ketua II, Desi Chiswadani sebagai Sekretaris, Giyono SE sebagai Wakil Sekretaris, Maya Dwi Herlina sebagai Bendahara I dan Asmiatin, A.Md sebagai Bendahara II.

 

Pelantikan IKWAM periode 2021-2023 ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Bapak Ahmad Zaini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan kepada Ikwam periode baru untuk dapat membuat Spemma lebih besar dan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

 

 

“Saya ucapkan kepada pengurus Ikwam periode baru dalam mengemban amanah yang diberikan Spemma serta semoga dicatat menjadi amal baik oleh Allah SWT. Mohon Kerjasama yang baik dan harmonis, agar ke depannya Spemma menjadi lebih baik dan lebih besar,” kata Ahmad Zaini.

 

Tidak hanya itu, dalam sambutannya sebagai ketua tim inovasi pembelajaran Spemma, Edi Susanto juga menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah justru menginginkan masukan-masukan dari para wali murid.

 

“Kami lebih senang mendapat banyak masukan dari para wali murid, daripada mendapat pujian-pujian yang dapat menjadikan kami lalai. Kami senang mendapat masukan yang dapat membangun sekolah kita ke depannya. Karena kami sangat terbuka dengan masukan-masukan dari para wali murid yang dapat meningkatkan kualitas dan peningkatan pelayanan sekolah kami,” kata Edi.

 

Dengan Pelantikan Ikwam Spemma periode baru, Spemma Surabaya menyatakan selamat menjalankan amanah untuk pengurus IKWAM periode 2021-2023.

IPM Spemma Gelar Lomba Puisi hingga Mobile Legends

IPM Spemma Gelar Lomba Puisi hingga Mobile Legends

August 29, 2021

seluruh peserta lomba puisi diwajibkan membuat tema indonesiaku yang dibuat sendiri oleh masing-masing peserta. puisi berjudul negeriku indonesia karya kevina atalie (vii-e) meraih posisi jawara kedua.    

 

lainnya lomba poster, outfit of the day (ootd), dan mobile legends juga turut digelar untuk merayakan 17-agustusan.

 

“lomba tersebut dipilih agar peserta didik dapat menyalurkan bakatnya, membentuk sikap sportif dan kompetitif, serta menjadi pribadi muslim sejati di era pandemi dengan teknologi,” jelas drs alim mpdi, kepala spemma. dia menambahkan, seluruh lomba diadakan secara daring demi menjaga protokoler kesehatan.

 

“tiap kelas wajib mengikuti maksimal dua jenis lomba,” kata zakiyah, ketua panitia lomba dari ipm spemma

 

cewek yang pernah menjuarai lomba wushu tingkat nasional itu menambahkan, lomba puisi, desain poster, dan ootd digelar mulai rabu- sabtu (11-14/8) dengan mengumpulkan video atau foto di tautan yang telah diberikan panitia 

Juara Mobil Legends

Zakiyah menjelaskan, lomba mobile legends digelar dari babak penyisihan hingga final dimulai dari Ahad-Selasa (15-17/8/2021). Pengumuman lomba disampaikan melalui instagram IPM Spemma dan Whatsapp.

 

Merdeka di Tengah Pandemi menjadi tema lomba desain poster yang wajib dibuat oleh tiap peserta lomba. Alzena Naurah Wibisono (VIII-E) sebagai juara pertama dan Rizka Putri Pertiwi (VII-F) sebagai juara kedua memenuhi persyaratan pemenang.

 

”Ide yang orisinal, kesesuaian tema, dan konsep desain merupakan tiga faktor penilaian untuk menjadi pemenang,” kata dia.   

 

Dia melanjutkan, siswa yang suka dengan memadupadankan baju dan tampil percaya diri dengan fotonya dapat mengikuti lomba OOTD.

 

”Nuansa Indonesia menjadi tema lomba dan juri menilai dari segi keserasian pakaian, gaya foto, dan kesesuaian tema untuk menjadi pemenangnya. Raissa Putri Nugraha (VIII-B) dan Atila Farra Maheera (IX-G) menjadi jawara pertama dan kedua lomba ini,” tuturnya.

Penyuka E-Sport lewat permainan mobile legends meramaikan gelaran lomba 17 Agustusan Spemma dengan sistem single elemination. Keseruan adu strategi dan kelihaian dalam memainkan tiap hero pada masing-masing timnya menjadi ajang podcast panitia dan bisa disaksikan di tautan https://youtube/KhotcA5WezE.

 

Setelah melewati seluruh babaknya, akhirnya tim Barokah E-Sport yang terdiri dari Ihsan (IX-C), Muhammad Syah Erham Amru (IX-C), Nur Fajar A.(IX-C), Thiraffi Putra (IX-C), dan Alvitho Zhafir Irsan (IX-G) menjadi jawara pertama. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Para Poke Bersatu dan tim Bahagia di Jerman.

Upacara Bendera Virtual Spemma, Guru Jadi Petugas

Upacara Bendera Virtual Spemma, Guru Jadi Petugas

August 18, 2021

heru wibowo, guru yang didaulat menjadi komandan upacara pagi hari itu dengan lantang menyiapkan seluruh peserta upacara yang ada di lapangan. seluruh peserta didik di rumahnya masing-masing wajib memakai seragam putih biru lengkap dengan topi sekolah layaknya upacara di sekolah sebelum masa pandemi covid-19.

 

“kegiatan virtual ceremony kemerdekaan ri ke-76 ini tetap dilakukan sebagai cara memupuk semangat kebangsaan dan sebagai bentuk rasa menghormati jasa para pahlawan,” jelas drs alim mpdi, kepala smp muhammadiyah 5 surabaya.

pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh tiga guru yaitu luqman el hakim, zaenal zulkarnaen, dan dhelila eka. ketiga petugas pengibaran bendera tersebut berjalan dengan langkah tegap bak paskibra sambil membawa bendera merah putih.di depan tiang bendera mereka berhenti. mengikat bendera, lantas siap dikibarkan.

Peringati 1 Muharam, Spemma Ajak Siswa Cinta Al-Quran

Peringati 1 Muharam, Spemma Ajak Siswa Cinta Al-Quran

August 10, 2021

adapun pemateri kedua ialah ustadz faiz al-ayyubi sthi mpdi yang juga kepala divisi diklat tim tilawati surabaya cas. dengan didatangkannya kedua pemateri hebat ini, kepala sekolah mengharapkan anak-anak dapat lebih mencintai al-quran dengan menghafalkan dan mengamalkan setiap ayat yang dibaca.

 

pengajian yang dikemas dengan konsep tanya-jawab dengan tema “one muharram, one hour, one juz, cinta al-quran” ini sangat serasi dengan kondisi sekarang. banyak penghafal al-quran dari berbagai kalangan, seperti anak usia 3 tahun yang sudah mampu menghafalkan juz ke-30.

 

klikmu.c

beranda  sekolahm

sekolahm

peringati 1 muharam, spemma ajak siswa cinta al-qura

penulis diunggah: achmadsan -agustus 11, 2021011

 

rahmad fudholi ss (kiri) memandu ustadz faiz al-ayyubi, sthi mpdi sebagai pemateri membuka sesi tanya-jawab untuk siswa-siswi spemma. (ida ayu mayangsari/klikmu.c

 

klikmu.co – memperingati tahun baru islam 1 muharam yang jatuh pada 10 agustus 2021, smp muhammadiyah 5 surabaya (spemma) mengajak para siswa untuk semakin mencintai al-quran. senin lalu (9/8/2021) spemma menggelar pengajian melalui zoo

 

peringatan 1 muharram 1443 hijriyah di spemma menghadirkan dua narasumber. narasumber pertama ustadz h.m. husni mubarok mag yang merupakan imam tetap masjid al-akbar surabaya yang memiliki prestasi juara 1 mhq-h nasional 2014 di jakart

 

adapun pemateri kedua ialah ustadz faiz al-ayyubi sthi mpdi yang juga kepala divisi diklat tim tilawati surabaya cas. dengan didatangkannya kedua pemateri hebat ini, kepala sekolah mengharapkan anak-anak dapat lebih mencintai al-quran dengan menghafalkan dan mengamalkan setiap ayat yang dibac

 

pengajian yang dikemas dengan konsep tanya-jawab dengan tema “one muharram, one hour, one juz, cinta al-quran” ini sangat serasi dengan kondisi sekarang. banyak penghafal al-quran dari berbagai kalangan, seperti anak usia 3 tahun yang sudah mampu menghafalkan juz ke-3

 

 

melalui kegiatan ini, siswa spemma diajak untuk mampu menghafalkan ayat-ayat al-quran dengan melakukan muroja’ah setiap ha

 

“hafalan yang baru dihafal sifatnya masih sangat tidak stabil. jadi, jika kita tidak muroja’ah beberapa hari saja, hafalan itu akan menjadi kacau,” ujar mubaro

 

sementara itu, kiat-kiat menghafal al-quran disampaikan oleh ustadz faiz al-ayyubi dari pengalaman dia ketika masih duduk di bangku pondok pesantre

 

“semakin saya menghafalkan ayat salah, semakin suka saya. sebab ustadz saya selalu membenarkan hafalan saya. dan dari situ saya semakin cinta untuk menghafal al-quran,” ujar al-ayyub

 

setelah sesi tanya-jawab yang digelar, seperti pada tema, acara pengajian ditutup dengan membaca 1 juz al-quran, yakni juz ke-30. dipimpin oleh siswa-siswi kelas 7 dan kelas 8 program tahfidz acara 1 jam 1 juz yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi dan guru serta karyawan spemma berjalan dengan lancar.

Tidak biasa, Munaqosah mandiri di sekolah saat pandemic

Tidak biasa, Munaqosah mandiri di sekolah saat pandemic

April 4, 2021

Pada akhir pekan lalu (3/4) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) menggelar acara munaqosah untuk para siswa. Munaqosah yang biasa digelar secara bersama dengan sekolah Muhammadiyah yang lain, kali ini dilakukan secara mandiri di sekolah. Kegiatan ini juga disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom dan Youtube.

Kegiatan munaqosah yang diadakan tiap tahun tujuannya untuk menguji hafalan Al-Quran siswa. Sebagai sekolah Islam, Spemma menjadikan acara ini sebagai semangat para siswa untuk menghafal Al-Quran.

Dalam ujian kali ini, para siswa diuji sebanyak 5 juz, yaitu juz 1, 27, 28, 29, dan 30. Peserta munaqosah berasal dari kelas VII, VIII dan IX.

“Siswa yang kita diuji dalam munaqosah kali ini ialah siswa yang memiliki banyak hafalan juz di Al-Quran” ujar penanggung jawab program Tahfidz Khusnun Ni’am.

Satu per satu siswa masuk ke dalam ruang untuk diuji dengan durasi yang sudah ditentukan selama 10 menit. Saat itulah kemampuan mereka diuji dengan dua tes, yakni melanjutkan ayat yang dibaca oleh penguji atau mereka diminta untuk melantunkan ayat Al-Quran.

“sengaja kami mengadakan munaqosah mandiri, karena untuk pencegahan terpaparnya covid, yang biasanya kegiatan ini dilakukan bersamaan sekolah lain, kami mengadakannya di sekolah kami” tambahnya.

Kepala Spemma Surabaya, Drs. Alim M.Pdi berharap, dengan adanya kegiatan munaqosah ini, anak-anak tidak hanya menghafal setiap ayat yang ada di dalam Al-Quran, namun mengetahui artinya sehingga dapat diaplikasikan untuk kehidupannya.

“Saya harap anak-anak dapat mengetahui arti setiap ayatnya, supaya mereka dapat mengamalkan dan menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” tambahnya.

Dua hari ikuti LDKS dan pelantikan IPM Perdana, daring!

Dua hari ikuti LDKS dan pelantikan IPM Perdana, daring!

March 6, 2021

Smp Muhammadiyah 5 Surabaya yang memiliki nama  panggilan Spemma menggelar kegiatan LDKS serta pelantikan bagi para anggota IPM yang pekan lalu terpilih sebagai kandidat IPM tahun 2021. Kegiatan ini selalu diadakan setahun sekali untuk regenerasi anggota IPM tahun sebelumnya. Sebanyak 21 siswa yang terpilih menjadi kandidat IPM Spemma tahun 2021.

                Kegiatan LDKS serta pelantikan IPM Spemma Surabaya dilakukan selama dua hari sejak Jumat (5/3) hingga sabtu (6/3) melalui zoom meeting. Dalam kegiatan LDKS pelantikan IPM kali ini memang jauh berbeda dari yang biasanya dilakukan pada tahun sebelumnya. Meskipun hanya 21 anggota IPM yang dilantik, sekolah tetap melakukan secara daring untuk memenuhi protokol Kesehatan yang sudah diberlakukan sejak awal pandemi covid-19 untuk tidak memasukkan siswa-siswi ke sekolah.

Mengangkat tema Membentuk Kader Muhammadiyah Berilmu, Bersinergi, dan Totalitas dalam Menghadapi Tantangan Zaman, LDKS kali ini bertujuan mencetak Kader IPM Muhammadiyah yang dapat berpikir global. Tidak hanya berpikir global, namun kader-kader IPM Spemma dibentuk menjadi kader IPM yang bertindak lokal.

“Proses LDKS dan pelantikan IPM tahun ini memang berbeda, namun tujuan utamanya tetap sama yaitu untuk menambah pengetahuan mengenai keorganisasian.” Ujar Luqman El Hakim, SH pada sambutannya di pembukaan LDKS.

                Pada LDKS kali ini, anak-anak dibekali materi-materi kepemimpinan yang diisi oleh guru dan alumni IPM Spemma. Materi menarik lain yang dapat mengembangkan kepemimpinan siswa ialah public speaking, akidah kepemimpinan, tugas pokok dan fungsi IPM, penyusunan program kerja hingga yang terakhir pelantikan IPM.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan LDKS, kepala Spemma memiliki harapan kepada kader IPM Spemma yang baru dengan menjadi kader IPM yang mengutamakan Akhlak.

                “Saya harap calon pemimpin IPM harus dibekali akhlak mulia yang terbaik, karena akhlak nomor satu yang diakui oleh dunia, bahkan akhlak juga diakui oleh Allah Swt. seperti akhlak Nabi Muhammad saw.” Tutur Drs. H. Alim, M.Pdi

                Para kader IPM Spemma diharapkan menjadi kader IPM yang terbaik, tidak hanya di dalam sekolah, namun dapat dibawa kelak sudah berada dijenjang berikutnya. Ketua IPM SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang terpilih ialah AsriAuliaKiranaAras dari International Class 8G.

Selamat!

Perdana! Spemma mendapat kunjungan study banding dikala Pandemi.

Perdana! Spemma mendapat kunjungan study banding dikala Pandemi.

February 18, 2021

(16/02) Yayasan Nurul Fikri Islamic Education Center Sidoarjo berkunjung ke SMP Muhammadiyah 5 Surabaya untuk melakukan study banding sekolah. Yayasan yang berdiri sejak 2002 ini memilih Spemma untuk menjadikan sekolah yang dapat digali informasi mengenai pendirian gedung hingga mencetak peserta didik yg banyak.

Kedatangan tamu dari Yayasan Nurul Fikri Education Center Sidoarjo disambut hangat oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Kunjungan ini dihadiri oleh Ustadz Syaiful Arifin, SS, M.Pd sebagai Advisor, Muammal Jasin M.Pd sebagai Direktur Eksekutif dan beberapa tim Yayasan Nurul Fikri yang lain.

Tidak lupa laksanakan protokol kesehatan, para tamu tetap menggunakan masker dan mencuci tangan selama berada di sekolah. Ini guna untuk melindungi diri dan seluruh yang ada di gedung sekolah, karena ini adalah kunjungan pertama selama masa pandemi.

Dalam pembukaan acara, Drs. H. Alim, MpdI selaku kepala sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada yayasan Nurul Fikri Islamic Education Center yang telah berkunjung ke Spemma untuk study banding sekolah.

"Kami sharing tentang strategi managerial, hubungan dengan wali murid, proses membangun dan memelihara hubungan dengan sekolah di luar negeri, dan proses menjadi sekolah unggul" tuturnya.

Muammal Jasin, M.Pd selaku Advisor menyampaikan bahwa Yayasan Nurul Fikri Education Center ingin membangun SMP setelah lama mendirikan Sekolah Dasar sejak tahun 2002.

"Kami berencana ingin membuka SMP, kunjungan ini tujuannya untuk belajar dan sharing bagaimana cara membangun serta mengelola SMP hingga menjadi sekolah yang unggul. Maka kami mengucapkan terima kasih atas ketersedian SMP Muhammadiyah 5 yang telah membantu kami dalam menggapai cita-cita membangun sekolah SMP" tutur Muammal Jasin, M.Pd

Adapun yang digali dalam kunjungan study banding ini ialah mengenai tatanan sekolah, pembangunan gedung sekolah, penanganan siswa, menagement keuangan di sekolah, hingga mendapatkan siswa yang banyak. Kompetensi guru profesional untuk sekolah pun tidak lupa disampaikan.

"Sekolah baru pertama harus memperhatikan SDM-nya, harus betul-betul bagus, berkualitas dan yang terpenting kualifikasi guru, sekarang tidak boleh lagi merekrut guru yang tidak sesuai dari kualifikasi" jelas Edi Sutanto, S.Pd, M.Pd selaku tim sekolah Unggul SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. (Mayang)

Siswa kelas 8 SPEMMA berhasil mengikuti Try Out AKM untuk pertama kalinya

February 14, 2021

Sebagai pengganti ujian nasional dalam dunia pendidikan, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menjadi program terbaru yang pemerintah luncurkan pada tahun 2020. AKM ini merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk dapat mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat.

 

Literasi membaca, literasi numerasi adalah dua kompetensi mendasar yang diukur AKM. Namun dalam pembelajaran AKM di Spemma, ada empat kategori kompetensi diantara lainnya ialah literasi numerasi, literasi membaca, literasi sains dan literasi karakter. Empat kompetensi ini yang diberikan untuk siswa yang mengikuti AKM yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

 

Setelah melakukan pembinaan AKM dari bulan Desember tahun 2020, SPEMMA kali pertamanya melaksanakan Try Out AKM selama 4 hari. Try Out AKM dilaksanakan guna melihat kemampuan siswa dalam mengerjakan soal AKM di Try Out pertama ini. Soal yang disajikan dalam Try Out ini sebanyak 5 butir dengan konsep yang berbeda-beda setiap soalnya.

 

“Kami sajikan lima soal untuk siswa-siswi ini karena kami ingin melihat kemampuan siswa-siswi dalam mengerjakan soal AKM. Serta kami dapat menilai pencapaian apa yang didapat oleh siswa-siswi ini selama pembinaan AKM,” ujar Misbach N., S.Si, MM selaku kaur kurikulum sekolah.

 

Try Out dilakukan secara daring dengan bergabung dalam meeting pada aplikasi Teams. Ini bertujuan untuk  melihat serta mengawasi siswa bagaimana  dalam menjalankan Try Out AKM pertamanya ini.

 

Tujuan Try Out AKM ini untuk mengetahui sejauh mana para siswa dapat memahami soal-soal AKM pada waktu pembinaan selama empat hari dalam seminggu. Dari hasil Try Out yang sudah muncul, dapat diketahui aspek apa yang dirasa siswa masih atau kurang mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di soal-soal AKM. Lalu diharapakan dengan mengetahui hasil dari Try Out AKM pertama ini, para Pembina AKM akan selalu membimbing dalam setiap pembelajarannya.

 

“Bapak dan Ibu Pembina diharapkan memberikan pembelajaran yang terbaik untuk siswa-siswi SPEMMA, karena AKM ini merupakan program pemerintah baru guna pengganti Ujian Nasional yang telah mandarah daging dalam dunia Pendidikan,” ujar kepala sekolah Spemma Drs. H. Alim, M.PdI

 

Sebagai transisi pergantian ujian nasional, SPEMMA tetap selalu membimbing para siswanya untuk mengenal lebih jauh AKM dengan berbagai bentuk konsep soal yang disajikan. Dengan pembinaan yang dilakukan empat hari dalam seminggu, para siswa akan terbiasa dengan soal-soal latihan AKM yang telah dipelajari. Maka, para siswa diharapkan mampu mencapai pembelajaran AKM. (Ida Ayu Mayangsari)

Sukses Gelar Kompetisi Anak Sholeh, Spemma Bagi-bagi Voucher Sekolah untuk pemenang lomba

February 3, 2021

Kompetisi anak sholeh yang diselenggarakan pada tanggal 26-29 Januari 2021 secara daring mendapat respon bagus oleh para peserta. Pada penutupan kompetisi (30/1) secara daring panitia kompetisi anak sholeh mengumumkan para pemenang lomba yang diadakan selama 3 hari berturut-turut.

“Untuk para peserta lomba, jadikan kompetisi ini ajang untuk mengambangkan bakat kalian. Menang atau tidaknya, kalian tetaplah anak hebat yang berani tampil unjuk bakat kalian” Ujar Miftakhul Khoir, S.Pd selaku ketua pelaksana dalam sambutannya.

Dalam setiap lomba yang digelar, diambil 3 peserta terbaik dengan nilai tertinggi atas penilaian juri. Bagi para juri tentulah tidak mudah untuk menentukan pemenangnya, karena hampir seluruh peserta menampilkan bakat terbaiknya di kompetisi ini.

“Semangat para peserta Ketika mengikuti lomba menjadikan kami para juri sedikit kesulitan untuk menilai performanya, menilai materi yang dikuasai dan menilai kemampuannya. Karena setiap peserta memiliki aura/caranya tersendiri dalam menunjukkan ke mampuan mereka” ujar Ida Ayu Mayangsari, SP.d sebagai juri dai cilik.

Demi mematuhi protokol Kesehatan, pengambilan hadiah dilakukan pada hari Rabu (3/2) di ruang CBT SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Teknis pengambilan hadiah lomba bersesi, setiap sesinya berdurasi 30 menit untuk penyerahan dan pengambilan hadiahnya. Teruntuk juara 1 mendapatkan uang tunai senilai Rp. 350.000 , juara mendapatkan uang tunai senilai Rp. 250.000 , juara 3 mendapatkan uang tunai senilai Rp. 150.000 .

Adapun tandamata yang diberikan Spemma kepada para pemenang lomba berupa Trophy, Uang Tunai, Voucher Pendidikan dana pembangunan Spemma dan sertifikat. Bentuk penghargaan ini diharapkan dapat menambah semangat para peserta untuk tetap terus mengasah bakat dan kemampuannya.

Voucher Pendidikan dana pembangunan sekolah dikhusukan untuk para peserta yang memenangkan lomba tersebut. Voucher ini berguna jika peserta lomba mendaftarkan dirinya bersekolah di ke SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini. Dengan voucher ini anak-anak akan mendapat potongan sebanyak 20% dari Spemma.

Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Drs. Alim, M.Pdi menambahkan, bahwa kami selalu berbagi vocher pembangunan sekolah kepada para pemenang lomba Kompetisi Anak Sholeh. Adanya voucher ini dapat memotong biaya Pendidikan dan pembangunan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. 

Bantu asah bakat anak, Spemma gelar Kompetisi Anak Sholeh kala pandemi

January 27, 2021

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) menggelar serangkaian lomba untuk kalangan siswa sekolah dasar se-Surabaya. Kompetisi ini dimulai pada tanggal 26 - 29 Januari 2020. Sebanyak 108 siswa bangku sekolah Dasar yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Anak-anak saya berharap kompetisi Anak Sholeh yang kami gelar tidak hanya mengasah bakat kalian, tapi juga berdakwahlah supaya kalian mendapatkan nilai plus dimata Allah," ujar Drs. Alim, M.Pdi selaku Kepala Sekolah Spemma dalam Technical meeting (23/1) yang dilaksanakan by Zoom.

Kompetisi yang digelar secara daring ini memiliki lima perlombaan bagi para peserta lomba. Diantaranya lomba Tahfidz, lomba Da'i Cilik, lomba menggambar Kaligrafi, lomba Story Telling, dan lomba Tartil.

Sebagai Ketua pelaksana, Miftakhul Khoir, S.Pd. menuturkan bahwa kompetisi ini mampu mengasah bakat siswa/siswi dalam bidangnya. Selama pandemi anak-anak pasti merasa bosan jika hanya pembelajaran jarak jauh. Diharapkannya kompetisi ini, anak-anak mampu mengisi waktu luangnya serta mengasah kembali bakat yang ada dalam diri anak.

Para peserta yang mengikuti lomba wajib mengunggah video mereka pada akun instagram masing-masing peserta dengan mencamtukan hastag yang sudah ditentukan oleh panitia. Dalam videonya, peserta tidak diperbolehkan menambah atau mengedit video yang dilombakan.

Penutupan acara yang dilakukan secara daring dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2020. Pada tanggal tersebut para peserta lomba akan mengetahui hasil dari penilaian para juri. (Mayang)

SPEMMA Raih Empat Kategori dan Spesial Award Lomba Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

January 12, 2021

Masa pandemi covid-19 tidak menghalangi bagi SMP Muhammadiyah 5 Pucang-Surabaya (Spemma) untuk meraih prestasi. Pembuktian prestasi Spemma telah dibuktikan dalam ajang Muhammadiyah Education (ME) yang digelar secara virtual Sabtu, (16/12) oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Spemma telah berhasil memboyong empat penghargaan sekolah yang terdiri dari kategori kerjasama (MoU) internasional, kategori penambahan jumlah siswa,kategori inovasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan kategori prestasi siswa internasional.
. “Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan prestasi spemma di masa pandemi ini. Prestasi ini dengan bukti kerjasama dan kerja nyata yang telah dilakukan seluruh stake holder,” tutur Drs. H. Alim, M.Pd.I selaku kepala sekolah.
Kerjasama (MoU) Internasional dengan sekolah luar negeri yaitu Daejoo Mid-High School dari Korea Selatan dan Pluakdaengpittayakom School Rayong-Thailand. Sebelum dua sekolah tersebut juga pernah menjalin kerjasama dengan sekolah dari Malaysia dan Filipina. Bentuk kerjasama tersebut dilakukan melalui pertukaran peljar antar kedua negara. Para peserta didik Spemma diharapkan dapat membuka wawasan secara global dengan berbagai tukar budaya anatar kedua negara. 
“Alhamdulillah, Spemma dalam 2-3 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan peserta didik baru. Peningkatan persentasenya tercapai fluktuatif dengan kurang lebih sebesar 30%,” ujar Alif Ma’ruf, S.Pd. selaku wakil ketua pelaksana PPDB 2021.
Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah dilakukan Spemma hingga sekarang telah dilakukan secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams (Ms. Teams). Selain itu, beberapa guru juga berinovasi dengan berbagai media pembelajaran yang menarik dan berbagai variasi metode pembelajaran. Salah satu contoh media pembelajaran daring yaitu sway. 
“Kegiatan praktikum di masa pandemi tetap dilaksanakan dengan segala keterbatasan dan penyesuaian. Meski daring atau belajar di dunia maya, guru-guru Spemma tetap melakukan pembelajaran secara praktikum seperti layaknya belajar bertatap muka langsung, contohnya praktek pembelajaran mata pelajaran olahraga dan prakarya,” kata bapak Alif yang mengajar mata pelajaran PKn itu.
Selain empat kategori tersebut, peserta didik Spemma juga meraih penghargaan spesial award dalam lomba pidato bahasa Inggris yang diraih Sulthan Hilmi Arrayyan (8G) dan penghargaan spesial award dalam lomba pidato bahasa Arab yang diraih Nuur Raudhah (9E). 
Ika Puspa Arianti, S.Pd. selaku pembina lomba pidato bahasa Inggris dan bahasa Arab menjelaskan untuk mempersiapkan peserta didik dalam mengikuti lomba ini, kali pertama diberikan arahan mengenai lomba lalu membebaskan para peserta didik untuk membuat pidato sesuai ketentuan panitia lomba. Lalu kami melakukan koreksi bersama dan mengadakan pertemuan untuk sebagai ajang latihan dalam aspek ejaan (pronouncition) dan aspek intonasinya. 
Seluruh peserta lomba pidato bahasa Inggris dan bahasa Arab merekam hasil pidatonya dengan bantuan sekolah. Hasil proses perekaman diupload di Youtube sekolah dengan channel Spemma Surabaya dan link tersbut disampaikan ke pihak paniti untuk proses penilaian oleh Juri. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd. dan Ida Ayu Mayangsari, S.Pd.)

Pelatihan Blended Learning untuk menyiapkan pembelajaran efektif bagi siswa di semester genap

December 28, 2020

Surabaya, SMP Muhammadiyah 5 mengajak bapak dan ibu guru mengisi libur semester ganjil kala pandemi covid-19 dengan pelatihan Blended Learning. Pelatihan pada tanggal 21, 23 dan 28 Desember dilakukan secara bergilir demi mentaati protokol Kesehatan yang ada. Implementasi Blended Learning sebagai Metode Alternatif yang Efektif pada masa pandemic covid-19 bertujuan untuk mengolah metode dan media ajar guru.

 “Dikala liburan pandemic, SMP Muhammadiyah melaksanakan kegiatan yang tepat untuk mengisi libur semester ganjil bapak ibu guru dengan memberikan pelatihan ini” ujar Zaini selaku ketua PCM Surabaya.

Pelatihan ini mendatangkan Narasumber Bagus Sumantri, S.Si sekretaris IGI kota Surabaya. “Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan disaat pandemic covid-19 ini dibuat supaya lebih ringan,”

Aplikasi yang membantu pembelajaran jarak jauh ini adalah Microsoft Office 365. Didampingi oleh Bagus Sumantri, guru SMP Muhammadiyah 5  Surabaya diberi asupan fitur-fitur yang ada di Microsoft 365 untuk digunakan dalam Blended Learning guna  menjadi media ajar yang efektif. Salah satu fitur yang didalami adalah Microsoft Form, Microsoft Sway dan beberapa fitur yang dapat digunakan sebagai bahan ajar yang efektif di Microsoft 365.

Kepala SMP Muhammadiyah 5 menjelaskan bahwa hanya 20% angket siswa kelas 9 yang menyetujui pemebelajaran tatap muka. Persetujuan ini tentunya dari orang tua siswa kelas 9. Maka dari itulah dengan adanya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran daring oleh guru.

Selama pembelajaran jarak jauh dilakukan, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya memborong lebih dari dua juara dalam Muhammadiyah Education Award di kategori High-Performing School. Kategori yang dijuarai oleh SMP Muhammadiyah ini ialah International Achievements, MoU & Follow up Programs, Increased Number of Student, dan Innovation in.

Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya juga ikut berpartisipasi dalam lomba Muhammadiyah Education Award. Sultan Hilmi siswa kelas 8 dari kelas Internasional mendapat penghargaan special untuk kategori lomba pidato Bahasa Inggris. Serta Nuur Raudhah siswi kelas 9 mendapat penghargaan  special untuk kategori lomba pidato bahasa arab.

Menuju semester Genap tahun 2021, SPEMMA mengadakan Pembelajaran Modul Covid untuk Guru dan Siswa bersama FK Unair.

December 22, 2020

Pembelajaran modul covid-19 diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) hari Sabtu (18/12) melalui aplikasi ZOOM bersama dengan Fakultas Kedokteran Univeritas Airlangga Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi lebih kepada para guru dan siswa terkait virus ini. Wacana sekolah tatap muka oleh Pemkot Surabaya pada bulan Desember yang akhirnya dibatalkan, disebabkan oleh meroketnya virus covid-19 meski dua bulan sebelumnya dikabarkan sempat menurun.

 “Covid-19 dapat dicegah dengan 4 cara yaitu memakai masker, mencuci tangan, tetap di rumah, dan berjaga jarak,” jelas Eka Candra, S.Kep. sebagai pemateri.

Selain menjelaskan tentang virus covid-19, Candra memberikan informasi mengenai cara penggunaan dan pemakaian masker yang benar sesuai protokol kesehatan. Dijelaskannya, bahwa pemakaian masker yang benar adalah dengan menutup area hidung dan mulut. Tetapi masyarakat masih banyak yang menggunakan masker dengan cara yang kurang benar.

 Tidak hanya informasi penggunaan protokol Kesehatan yang benar, informasi asupan gizi dan aktivitas olahraga yang cukup juga diutarakan oleh Candra. “Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan olahraga cukup maka kita akan membentuk antibody yang kuat sehingga virus covid-19 tidak mudah masuk kedalam tubuh kita,”

Normal baru yang sudah berjalan berbulan-bulan tidak menjadi tolak ukur bahwa virus covid-19 hilang dengan sendirinya. Protokol Kesehatan masih terus dan wajib dilakukan guna menyelamatkan hidup sendiri dan orang lain. Salah satunya ialah mencuci tangan yang wajib dilakuka dan Tindakan yang dapat mencegah penularan covid-19 . 

Drs. Alim, M.Pd selaku kepala sekolah berharap, dengan adanya sosialisasi pemebalajaran modul covid-19 ini para Guru dan siswa dapat mencegah penularan virus covid-19 dengan melaksanakan protokol Kesehatan. Dengan melaksanakan protokol Kesehatan, maka semua akan selamat dari bahaya virus covid-19.

SPEMMA sukses gelar PAS daring

December 12, 2020

Senin (7/12) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan penilaian semester dengan sistem daring untuk kedua kalinya setelah Oktober lalu melangsungkan PTS daring. PAS daring berlangsung selama 7 hari kedepan dengan durasi 1,5 jam setiap mata pelajaran yang diujikan.

Sekolah tetap menerapkan PAS daring dengan melakukan tatap muka menggunakan aplikasi Microsoft 365  yang sudah dioperasikan oleh Siswa SMP Muhammadiyah 5 sejak bulan Juli awal tahun pelajaran baru. Sehingha para siswa sudah berlatih menggunakan Microsoft 365. Fitur yang digunakan oleh siswa dalam belajar daring adalah Microsoft Teams sehingga para siswa tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar menggunakan Microsoft Teams tersebut.

Dalam pelaksanaan PAS daring, guru sebagai pengawas ujian memberikan peraturan yang wajib dilakukan. Peraturan tersebut ialah mengaktifkan kamera laptop atau ponsel para siswa supaya terlihat oleh pengawas ujian. Setiap kelas daring diawasi oleh satu guru pengawas ujian sehingga dapat mengontrol para siswa dalam melaksanakan PAS daring.

Para siswa tetap dalam pengawasan guru, sebab hal ini adalah antisipasi yang mungkin jika ada kendala pada Microsoft Teams siswa, pengawas ujian dapat membantu memberikan solusinya. Beberapa kendala yang sering terjadi ketika PAS daring adalah ketidakmunculan link dari aplikasi yang digunakan serta beberapa kendala yang datang dari siswa. Dari situlah pengawas ujian akan membantu memberikan solusinya.

Diadakannya PAS daring ini memudahkan guru untuk mengontrol kegiatan PAS para siswa supaya tetap berjalan dengan baik tanpa adanya kecurangan. "Anak-anak kami harapkan tetap berlaku jujur ketika dilangsungkan PAS daring tanpa adanya kecurangan. Ini dilakukan supaya kami tetap membentuk karakter anak ketika dalam pembelajaran daring yang puncaknya adalah ujian PAS." Tutur Lukman selaku kesiswaan serta kordinator pengawas PAS daring.

Sekolah yang biasanya dikenal dengan sebutan SPEMMA berusaha semaksimalnya untuk tetap mengontrol anak-anak dalam kegiatan daring selama masa pandemi ini. Tidak hanya berlaku dalam kelas daring saja, namun dengan adanya PAS daring ini dapat mengawasi siswa ketika ujian daring berlangsung. Supaya para siswa tetap menerapkan sikap jujurnya dalam mengerjakan ujian.

Guru-Walimurid SPEMMA Doa Bersama dan Aksi Simpatik Rindu Pembelajaran Tatap Muka

December 4, 2020

Rencana sekolah tatap muka untuk SMP yang akan dimulai awal Desember kembali dievaluasi oleh pemkot Surabaya, menyusul ditemukannya hasil positif pada test swab ribuan pelajar di 17 SMP yang bakal menjadi pilot project pembelajaran tatap muka.

Prihatin akan hal tersebut Selasa pagi (1/12) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) adakan doa bersama dan aksi simpatik bertema “Rindu Pembelajaran Tatap Muka” yang diikuti para guru dan perwakilan wali murid.

Acara diawali sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, agar segera keluar dari pandemic Covid-19 sehingga aktivitas pembelajaran sekolah bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Selanjutnya para guru dan wali murid Spemma bubuhkan tanda tangan dan ungkapan hati pada selembar spanduk berurukan 4 x 3 meter bertuliskan “Guru dan Wali Murid SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Rindu Pembelajaran Tatap Muka”.

Doa dan aksi simpatik tersebut sebagai simbol dukungan dan harapan agar pembelajaran tatap muka bisa segera kembali dilaksanakan, meski dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya berharap anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan tetap menggunakan protokol Kesehatan selama di sekolah, karena sudah 10 bulan anak-anak merasakan betapa bosannya belajar di rumah” ujar salah satu wali murid kelas 9B.

Pihak sekolah juga berharap  agar masyarakat turut mendoakan agar pandemi ini segera berakhir dan aktivitas pendidikan bisa berjalan sesuai Adaptasi Kebiasaan Baru, khususnya terkait pembelajaran Tatap Muka.

“Kita mengadakan doa bersama untuk meminta kepada Allah Swt supaya pandemic covid-19 segera berlalu sehingga siswa-siswi tercinta kami dapat melakukan pembelajaran seperti semula” ungkap Alim selaku kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Selanjutnya seluruh peserta aksi, para guru dan wali murid, meninjau persiapan dan kelengkapan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menerapkan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru dan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila telah diijinkan pemkot Surabaya. Termasuk telah melaksanakan test Swab seluruh guru dan karyawan Spemma beberapa waktu yang lalu.

Peringati hari Guru, Spemma menerbitkan 2 karya buku.

November 29, 2020

Dalam rangka meningkatkan kualitas guru, Sabtu 19 September 2020 yang lalu, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengadakan pelatihan menulis artikel dengan tema “Meningkatkan Karya Literasi di Masa Pandemi” pelatihan yang berlangsung selama dua sesi tersebut (tanggal 19 dan 26 September 2020) mendatangkan seorang narasumber peraih penghargaan guru berprestasi tingkat nasional 2015 yaitu Drs. Najib Sulhan M.A.

Narasumber yang telah menerbitkan buku ke 50 tersebut berbagi cerita, berbagi pengalaman dengan guru di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya bahwasanya menulis adalah sesuatu yang gampang dan sangat mudah. “Bapak ibu, sebenarnya menulis itu gampang dan mudah. Mungkin yang selama ini menjadi kendala bagi kita semua adalah merasa tidak punya waktu. Sebenarnya bukan tidak punya waktu, yang lebih tepat mungkin karena kita kurang bisa mengatur waktu dengan baik.” Kata pria yang biasa disapa Najib tersebut.

Di akhir presentasi materi, Najib memberikan waktu kepada seluruh peserta pelatihan untuk berupaya membuat tulisan dan menuangkan semua ide-ide yang ada dalam pikiran masing-masing peserta. Dari waktu yang telah disediakan, hampir semua peserta telah menulis artikel bertema menjadi guru ideal dan terkumpul hamper 100 halaman, dan rencana setelah melalui proses editing, akan diterbitkan menjadi sebuah buku dalam waktu dekat.

Dua buku yang menjadi hasil karya guru SMP Muhammadiyah 5 Surabaya berjudul “Guru Ideal di Era Mileneal” dan “Bangga menjadi Guru Muhammadiyah”. Buku tersebut telah diterbitkan tiga hari setelah pelatihan kepenulisan. Buku yang diterbikan ini akan ditempatkan di rak buku siswa yang ada di setiap ruang kelas. Untuk mendukung program literasi, para siswa membaca buku setiap hari selasa dan kamis sebelum pembelajaran dimulai.

Salah satu guru olahraga, Dhelila Eka mengungkapkan bahwa dengan mengikuti pelatihan menulis mampu membuat imajinasi yang ada di pikiran menjadi berkembang Ketika dituangkan kedalam tulisan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 berahap bahwa guru-guru dapat memberikan karya meskipun melalui tulisan. “Dengan adanya Pelatihan menulis Artikel, saya berharap guru di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dapat terus berkarya melalui tulisan,” tuturnya.

Keren! Siswa 12 tahun ini sudah memborong juara hingga tingkat Internasional.

Keren! Siswa 12 tahun ini sudah memborong juara hingga tingkat Internasional.

November 27, 2020

Wushu telah mengubah hidupnya, adalah Zakkiyah An Nafisa siswi kelas 7 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang berhasil mencapai prestasi yang gemilang. Putri dari pasangan Achmad Zaini Toichah dan Aida Puspita ini sukses menjuarai lomba wushu dari tingkat kabupaten hingga tingkat internasional.

Semua bermula ketika Zakkiyah kecil yang saat itu duduk di bangku kelas 3 SD mengenal wushu dari saudaranya. Zakkiyah tertarik dengan berbagai gerakan yang ada di Wushu hingga terobsesi menjadi seorang atlet. Ia pun bergabung dengan Sasana Wushu Lima Naga Surabaya dan berlatih sebanyak 4 hingga 5 kali dalam seminggu.


Kedua orang tua Zakkiyah juga sangat mendukung kiprah Zakkiyah di kancah wushu. Dukungan dari orang tua Zakkiyah adalah selalu mengantarkan sang anak yntuk berlatih dan menunggunya hingga selesai latihan. Berkat dukungan itu Zakkiyah semakin bersemangat untuk meraih prestasi. Hasilnya berbagai gelar juara dari macam macam kompetisi berhasil disabet oleh gadis yang kini berumur 13 tahun itu.

Delapan kompetisi bergengsi itu diantaranya Juara 3 Porprov jatim (2018) di Lamongan, Juara 2 dan Juara 3 Kejurprov jatim (2018) di Kenjeran. 3 emas di 3 nomor kategori jurus di perlombaan pelajar dan mahasiswa tingkat nasional (2019). Mendapatkan 2 perak di kejuaraan internasional wushu competition (2019). Juara 3 kejuaraan wushu daerah antar pelajar piala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang (2019). 5 emas di kejuaraan nasional AKTI (Aliansi Kungfu Traditional Indonesia) (2019). Juara 2 kejurda AKTI (online), dan terakhir juara 2 Online Wushu Competition Tingkat nasional (2020).

Setelah lulus dari bangku sekolah dasar, Zakkiyah memilih melanjutkan studinya di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya karena menurutnya, di sekolah ini Zakkiyah dapat mengembangkan bakatnya di bidang wushu dengan mendapatkan berbagai fasilitas di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya hingga mewujudkan cita-citanya menjadi atlet wushu professional.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surabaya juga sanggup dengan memberikan wadah pengembangan kepada siswa-siswinya agar dapat seimbang dalam kegiatan akademik dan berprestasi di bidang non akademik. Salah satunya adalah Wushu. (Mayang)

Berita ini juga dapat dilihat di https://klikmu.co/siswi-smp-ini-sudah-8-kali-juara-wushu-hingga-tingkat-internasional/

Baitul Darul Arqom SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Mulai Sholat Wajib, Sholat Jenazah, Sholat Tahajud, Hingga Praktik Manasik Haji

Baitul Darul Arqom SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Mulai Sholat Wajib, Sholat Jenazah, Sholat Tahajud, Hingga Praktik Manasik Haji

March 5, 2020

“Kegiatan ini sangat penting untuk kalian ikuti karena akan menjadi bekal untuk menjalani Ramadhan yang lebih baik dari tahun kemarin. Harapannya, kalian semua menyimak dengan baik setiap materi dan nantinya dapat dipratekkan,” pesan Drs. Alim, M.Pd.I selaku tutur Kepala Spemma.


“Tiap jenjangnya memiliki menu-menu kegiatan pembinaan yang berbeda-beda dan semuanya dilaksanakan di sekolah,” ujar Arlia Intan NIlamsari selaku Ketua Panitia Baitul Darul Arqom. Dia menambahkan tujuan kegiatan itu dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh peserta didik Spemma. Guru yang juga mengajar mata pelajaran IPA itu menuturkan bahwa tahun ini selama dua hari, seluruh peserta didik dimulai pembukaan lalu makan malam bersama dan dilanjutkan sholat magrib serta isya berjamah. Kemudian pukul 3 pagi seluruh peserta didik dibangunkan untuk sholat tahajud bersama-sama.


Untuk peserta didik kelas VII yang berjumlah hyampir 200-an dibekali materi mengenai sholat mujlai dari tata cara gerakannya, bacaan-bacaannya, manfaatnya, hingga tumbuh rasa belajar mencintai sholat. Kelas VIII dibekali materi mengenai praktek sholat jenazah, mulai dari cara mengkhafani hingga menyolatkan jenazah sesuai tuntunan yang telah diajarkan Rasullullah SAW. Para peserta didik kelas VIII dibagi beberapa kelompok dan secara bergantian dalam mempratekkan sholat jenazah dan doa-doanya. “Khusus 165 peserta didik kelas IX diberikan praktek tata cara pelaksanaan ibadah manasik haji,” ujar ibu ketua panitia berkacamata itu. Kepala Spemma menambahkan bahwa remaja muslim harus belajar melatih diri untuk hidup disiplin dan belajar menyempurnakan rukun Islam yaitu Haji melalui kegiatan kali ini.
Salah satu siswi kelas VII-C yaitu Allya Previa Aldha mengatakan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini yang kali pertama diikuti. Cewek berkacamata itu mengatakan kegiatan semacam ini belum pernah dilakukan ketika ia di Sekolah Dasar. "Saya dapat meningkatkan kualitas ibadah dan dapat praktek manasik haji,” ungkap Bagas Andrihastama Bakhriansyah siswa kelas IX-C ketika ditanya kesannya mengikuti kegiatan ini. Ia sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan darul arqom kali ini dan berharap kadar iman dan taqwa semakin meningkat.

Begitu pula Aretha Salsabila yang merupakan siswi kelas VIII-A mengatakan semoga dengan dilatihkannya praktek sholat jenazah mulai dari cara mengkhafani hingga tata cara mensholatkan jenazah dapat bermanfaat bagi pribadi, keluarga, dan lingkungan. “Mulai sekarang pengetahuan yang saya dapat kali ini dapat dimanfaatkan bila nanti ada saudara atau teman atau tetangga yang meninggal dunia,” terang Shahnaz Fatharani siswi yang hobi membaca novel dan nyanyi itu. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd.)

Ujian dengan Gawai, Nilai Siswa Langsung Diketahui Sehari Setelahnya

Ujian dengan Gawai, Nilai Siswa Langsung Diketahui Sehari Setelahnya

February 27, 2020

Inilah yang dilakukan SMP Muhmmadiyah 5 Surabaya (Spemma) dalam kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) kelas VII dan VIII serta Penilaian Akhir Semester (PAS) Kelas IX tahun ini. Penggunaan gawai sebagai sarana untuk kegiatan PTS dan PAT memungkinkan proses evaluasi hasil belajar lebih efektif.

“Tahun ajaran kali ini seluruh peserta didik Spemma menggunakan gawai untuk mengerjakan soal-soal PTS atau PAT. Langkah ini dilakukan dalam menjawab tantangan era teknologi 4.0 yang semakin berkembang,” kata Alim, M.Pd.I, selaku Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.


Sebelum PTS dan PAS Online ini berlangsung mulai Senin-Sabtu (24-29/2), kegiatan tersebut telah diujicobakan selama dua kali untuk kelancaran peserta didik dalam mengerjakan soal.Fasilitas yang digunakan untuk pelaksanaan ujian kali ini menggunakan platform google form dan dilaksanakan di ruang kelas. Sebelumnya guru-guru juga telah dilatih dalam pembuatan soal menggunakan google form melalui pelatihan. Tipe soal yang diujikan dalam bentuk pilihan ganda.


Mekanisme pelaksanaan PTS dan PAT ini dilakukan dengan peran pengawas ruangan memastikan seluruh peserta didik masuk ke halaman ujian di laman spemma.sch.id lalu memberi token atau password mengerjakan soal ujian online. Langkah berikutnya, memastikan seluruh peserta didik untuk mengklik tanda SUBMIT pada soal ujian dan mengembalikan gawai peserta didik ke ruangan pengawas, seperti halnya sebelum ujian dimulai. Seusai pelaksanaan ujian, barulah gawainya dikembalikan kepada semua peserta didik.


Dengan sistem seperti ini, nilai PTS dan PAT yang dikerjakan siswa juga lebih cepat diketahui hasilnya. “Nilai PTS dan PAT langsung diumumkan sehari setelah pelaksaan ujian tiap mapelnya,” terang Rusdian Agustifani, Ketua Panitia yang bertugas sebagai guru Bahasa Inggris di Spemma. Hal itu berbeda dengan pelaksanaan PTS dan PAT tahun lalu yang evaluasi dilakukan oleh guru masing-masing mata pelajaran dengan waktu yang lebih lama.(Alimmatus Firmansyah, S.Pd.)

Bangkit Menuju Kerja Profesional dan Loyal di Era Digital

Bangkit Menuju Kerja Profesional dan Loyal di Era Digital

February 22, 2020

Raker sekolah ini tahun ini bertemakan Profesional dan Loyal di Era Digital membahas rancangan kemajuan sekolah dalam menyongsong tahun ajaran baru. “Seminggu sebelum dimulai raker telah diadakan kegiatan pra raker yang terbagi menjadi enam komisi yaitu kurikulum, kesiswaan, humas, HRD dan sarana prasarana, pembiayaan dan kebijakan umum, serta komisi Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” kata Masduki, S.Pd. selaku ketua panitia raker.


"Saya berharap kepada seluruh bapak ibu guru dan karyawan untuk bersama-sama berpartisipasi aktif membangun kemajuan sepmma bersama" kata Drs. Alim M.Pd.I selaku Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya. Hadir pula Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel, Sugeng, yang membuka raker kali ini.
Awal kegiatan dihadirkan Kepala SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi yaitu H. Pahri S.Ag. MM. untuk berbagi pengalaman membangun sekolah dari jumlah siswa yang hanya ratusan menjadi ribuan. Pria yang kini juga masih aktif berkuliah S3 itu membakar semangat guru dan karyawan Spemma untuk bangkit. “Membangun sekolah dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang paling kecil yaitu tata kelola Sumber Daya Manusia seperti kedisiplinan guru karyawan, seragam yang dikenakan, monitor walikelas terhadap siswanya, hingga tentang kebersihan. Bila beberapa hal kecil tersebut telah dilakukan, insha allah pelan tapi pasti kehadiran sekolah akan menjadi pilihan terdepan di mata calon walimurid," terang pria yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa negara luar negerii itu. Pria asal bangkalan itu juga menambahkan untuk sukses dalam menjaring calon siswa baru diperlukan trik-trik, diantaranya lakukan home visit yang diwajibkan bagi seluruh guru dan karyawan. “Tiap guru dan karyawan wajib mencari data seluruh anak yang ada di dekat lingkungan rumah guru dan karyawan untuk diajak bergabung menjadi siswa,” terangnya. Pria yang memiliki tiga anak itu menambahkan lalu data itu difollow up menjadi data base bagi penjaringan calon siswa baru di tahun ajaran berikutnya. Selain itu, langkah itu dilakukan secara serempak dan keyakinan tinggi akan kualitas sekolah.


Raker dilanjutkan penyampaian pandangan program kerja dari keenam tiap komisi dan ditanggapi oleh perwakilan tiap anggota komisi. Raker kali ini terasa special karena dipertengahan kegiatan juga diluncurkan Mars Spemma dan Yel-Yel Spemma untuk lebih menyemangati para peserta raker. Seluruh peserta diajak untuk menyanyikan hasil ciptaan guru matematika yang juga jago bermain musik yaitu Sedyo Utomo dengan semangat.
Sebelum berakhirnya kegiatan dihadirkan juga perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk menjelaskan posisi Spemma ke depan. Kegiatan ditutup oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel dengan menitip pesan kepada seluruh peserta bahwa aura Spemma sekarang lebih bersinar dan lebih terbuka untuk menyongsong kebangkita sekolah ke arah yang lebih baik. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd.)

Lewat Android dan Peralatan Murah, Teknologi IoT Bisa Kontrol Segala Alat Listrik

Lewat Android dan Peralatan Murah, Teknologi IoT Bisa Kontrol Segala Alat Listrik

February 13, 2020

Teknologi itu tidak dibutuhkan interaksi dari manusia ke manusia atau manusia ke komputer, tetapi dijalankan secara otomatis melalui program. Teknologi itulah yang dipaparkan oleh Anang Pramono MKom bersama anggota tim pengabdian masyarakat dari Universitas 17 Agustus Surabaya (Untag), Kamis lalu (23/1),di kelas 8D SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Hanya dengan menggunakan gawai Android yang telah terinstal aplikasi Blink dan perangkat kecil plus murah, kalian dapat mengontrol, menyalakan, dan mematikan seluruh peralatan listrik di rumah atau di kantor dengan menggunakan teknologi Android dan Mikrokontroler Arduino,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen teknik Untag itu di hadapan para siswa.

Anang menambahkan, ada unsur-unsur pembentuk IoT dalam membuatnya. Termasuk kecerdasan buatan, sensor, konektivitas, dan berbagai pemakaian perangkat yang ukurannya kecil.

“Teknologi itu dikenalkan ke perwakilan siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya sebanyak 24 agar membuka wawasan teknologi bahwa perkembangan teknologi tidak hanya melalui robotika, namun juga dapat berkembang seperti teknologi IoT,” kata Alim MPdI, kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Alhamdullilah manfaat aplikasi teknologi IoT ini sangat banyak di masa mendatang dan saya sangat senang mempelajari lebih lanjut,” kata siswa Spemma, Muhammad Hafizh Al Rasyid. Siswa yang hobi bela diri dan suka utak-atik IT itu juga menanyakan ke Anang bagaimana bila banyak perangkat yang harus dikontrol.

“Hanya menambahkan perangkat kecil tambahan yang dihubungkan dengan sumber listrik atau power bank plus menambahkan tombol on atau off di aplikasi gawai Android bisa langsung dilakukan kontrol ke banyak peralatan,” tandasnya.

Dengan Pembelajaran Berbasis Android, Guru-Guru Bisa Lakukan Evaluasi Lebih Cepat

Dengan Pembelajaran Berbasis Android, Guru-Guru Bisa Lakukan Evaluasi Lebih Cepat

January 21, 2020

Workshop yang dibuka oleh Ketua Cabang Muhammadiyah Ngagel H Ah. Zaini MPd ini lebih spesifik melatih guru-guru Spemma untuk mengenal penggunaan Google drive dan Google form yang bisa diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Misalnya, penggunaan Google form sebagai kuis, perancangan dan pembuatan soal online dengan Google form, penggunaan Add-on atau pengaya di Google form, penggunaan shorten link (QR code), dan pengolahan data jawaban kuis (excel).

Dengan menghadirkan pemateri dari trainer Ikatan Guru Indonesia (IGI), yaitu Bagus Sumantri SSi, workshop yang dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore ini diikuti seluruh guru Spemma. Mereka tampak sangat antusias.

“Enak ya, dengan Google form soal-soal yang digunakan untuk penilaian harian dan penilaian tengah semester tidak akan hilang dan terinfeksi virus seperti halnya bila disimpan di laptop atau flashdisk,” ujar salah satu peserta di tengah-tengah praktik dalam workshop tersebut.

Menurut kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Drs Alim MPdI, materi workshop yang diberikan ini sangat penting. “Agar kemampuan pengajar dalam membuat dan mengolah evaluasi pembelajaran lebih cepat sehingga meringankan kerja guru dalam evaluasi pembelajaran,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alim juga berpesan kepada guru-guru agar lebih semangat dalam menjawab tantangan perubahan arah pembelajaran generasi alfa. “Peningkatan kualitas guru terus dilakukan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya untuk menjaga kualitas layanan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Seusai workshop, diharapkan guru-guru SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mampu menerapkan hasil pelatihannya dengan membuat evaluasi pembelajaran dimulai dari penilaian harian dan penilaian tengah semester menggunakan Google form.

23 Siswa Spemma Student Exchange ke Thailand dan Korsel, Bawa Misi Pendidikan dan Kebudayaan

23 Siswa Spemma Student Exchange ke Thailand dan Korsel, Bawa Misi Pendidikan dan Kebudayaan

December 18, 2019

Sebanyak 10 peserta didik dari kelas 7 dan 8 berangkat menuju Pittayakom School, Rayong, Thailand. Sementara itu 13 peserta didik lainnya ke Daejeo Mid/High School, Busan, Korea Selatan. Dua rombongan dengan total 23 siswa tersebut didampingi dua guru Spemma dengan membawa misi sebagai duta pendidikan dan budaya.

Kepala Spemma Drs Alim MPdI menuturkan, Student Exchange ini bertujuan melatih kemampuan peserta didik untuk mengaplikasikan seluruh pembelajaran yang telah diperoleh di sekolah. “Salah satu contohnya, mereka harus tetap melaksanakan ibadah meski dalam perjalanan jauh, seperti shalat dan bertayamum bila diperlukan saat perjalanan,” ujar pria yang baru diberi amanah menjadi kepala Spemma periode 2019-2023 itu.

Awalnya, para peserta Student Exchange ini terpilih setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan sekolah. Diawali tes percakapan bahasa Inggris bersama seorang dosen hingga tes bakat dan minat di bidang seni.

Sebelum berangkat, mereka dibekali kemampuan seni tradisional, bahasa, dan budaya Indonesia serta keunggulan Spemma. Sajian tari tradisional, pertunjukan musik ansambel, dan bendera semapur dari kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan wajib mereka kuasai untuk ditampilkan di hadapan pelajar sekolah yang mereka tuju.

Bukan hanya itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai budaya Islami di negeri orang. Mulai cara memilih makanan, bagaimana beretika dengan budaya negara lain, hingga cara hidup masyarakat Thailand atau Korea Selatan. “Peserta didik ini nanti akan memahami cara hidup orang-orang Korea Selatan dan Thailand melalui orang tua asuh masing-masing,” jelas kepala sekolah yang juga seorang pendakwah itu.

Selama delapan hari mengikuti kegiatan, peserta Student Exchange juga wajib membuat tugas laporan yang telah ditentukan sekolah. Tugas itu nanti dipresentasikan di hadapan wali murid dan peserta didik Spemma lainnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh peserta dapat mengembangkan soft skill sebagai pribadi yang lebih baik dan dapat ditularkan ke seluruh teman-teman di Spemma. “Pribadi yang lebih baik itu mencakup kemandirian, cara bertindak, pola pikir, hingga rasa empatinya terhadap orang lain,” kata Balighotul Arofah, ketua pelaksana. (Firman/Humas/Achmad San)

Sisipkan Softskill Sebagai Duta Pendidikan dan Budaya ke Thailand dan Korea SelatanSisipkan Softskill Sebagai Duta Pendidikan dan Budaya ke Thailand dan Korea Selatan Suasana terminal keberangkatan ba

December 16, 2019

Suasana terminal keberangkatan bandara Juanda, Senin (16/12) dari pagi pukul 9 pagi dan pukul 2 siang didatangi anak-anak tim berbaju kuning bersama masing-masing orang tuanya. Tim tersebut terdiri dari para peserta didik SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) melakukan kegiatan Student Exchange. Tim terbagi menjadi dua yaitu 10 peserta didik ke Pittayakom School, Rayong, Thailand sedangkan tim lainnya terdiri dari 13 peserta didik ke Daejeo Mid/High School, Busan, Korea Selatan. “Kedua tim tersebut didampingi dua guru pendamping dan membawa misi sebagai duta pendidikan dan budaya,” kata Drs. Alim, M.Pd.I selaku Kepala Spemma. Selain itu, pria yang baru diberi amanah menjadi Kepala Spemma periode 2019-2023 itu menjelaskan bahwa Student Exchange juga bertujuan melatih kemampuan peserta didik dalam aplikasi seluruh pembelajaran yang telah diperoleh di sekolahnya. Contohnya, mereka harus tetap melaksanakan ibadahnya meski dalam perjalanan jauh mulai dari sholatnya dan bertayamum bila dalam perjalanan.   

“Ke-23 peserta didik itu telah terpilih dari serangkaian tes agar dapat mengikuti kegiatan yang telah berlangsung hampir delapan kali ini,” ujar Balighotul Arofah, selaku ketua pelaksana. Diawali dengan tes percakapan Bahasa Inggris bersama dosen hingga tes bakat dan minat di bidang seni. Sebelum berangkat, peserta didik dibekali dengan beberapa latihan seni dan budaya khas Indonesia dan Spemma untuk dikenalkan ke sekolah yang mereka tuju. “Peserta didik ini nantinya akan belajar juga cara kehidupan orang-orang Korea Selatan dan Thailand melalui orang tua asuhnya masing-masing,” jelas Kepsek Spemma yang juga seorang pendakwah ini. Peserta didik telah dibekali dengan info-info mengenai cara budaya islami mulai dari pemilihan makanan, beretika dengan budaya asing, hingga budaya masyarakat Thailand dan Korea Selatan. Sajian tari tradisional, pertunjukan musik ansambel, dan pertunjukkan bendera semapur dari kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan telah dilatihkan ke seluruh peserta.  

“Selama delapan hari ke depan, peserta Student Exchange juga akan diberi beberapa tugas yang telah ditentukan dan nantinya akan dipresentasikan di hadapan wali murid dan peserta didik Spemma lainnya,” jelas Alimmatus Firmansyah, S.Pd. selaku Kepala Urusan Humas Spemma. Dia juga menambahkan harapan lain dari sekolah bersama wali murid yaitu seluruh peserta ini dapat mengembangkan softskill-nya sebagai pribadi yang lebih baik dan dapat ditularkan ke seluruh teman-temannya di Spemma. Pribadi yang lebih baik itu mencakup kemandiriannya, cara bertindaknya, pola pikirnya, hingga rasa empatinya terhadap orang lain. (Firman)

Ada Siswa Histeris Lihat Tayangan Film LDK

Ada Siswa Histeris Lihat Tayangan Film LDK

September 15, 2019

Hadir sebagai pembicara Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ustad Muhammad Arifin. Ceramah didukung dengan multimedia menjadikan pada peserta yang terdiri dari murid baru laki-laki ini menjadi mudah menangkap isi pesan yang disampaikan.

Ustadz Arifin  menyebutkan agar mewaspadai modus kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba saat ini.

Salah satu contoh dampak negatif kenakalan remaja adalah timbulnya beberapa penyakit yang sangat menakutkan. Yaitu Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS).

Peserta ada yang histeris ketika ditayangkan film yang menceritakan seorang anak awalnya baik-baik saja. Setelah salah memilih lingkungan bergaul akhirnya kena HIV-AIDS.  ”Kondisi orang yang kena penyakit ini ibarat pepatah hidup segan mati tak mau. Hidupnya menderita,” tuturnya.

Ika Spemma Surabaya Ajak Masyarakat Berbagi Nasi Bungkus Tiap Jumat

Ika Spemma Surabaya Ajak Masyarakat Berbagi Nasi Bungkus Tiap Jumat

September 15, 2019

Hal inilah yang mendorong sejumlah anggota Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Lima (SPEMMA) kota Surabaya untuk berbagi nasi bungkus kepada kaum dhuafa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/9/2019) tersebut bukan hanya membagikan nasi bungkus saja, tapi juga sembako dan santunan kepada anak yatim.

M. Zaenudin, ketua Aksi Jumat Berkah, mengatakan, kegiatan Jumat berkah dilaksanakan di sepanjang jalan Pucang, kota Surabaya.

“Kegiatan ini adalah Kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Alumni SMP Muhammadiyah 5 Kota Surabaya.Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang ingin membagikan santunan kepada Kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piatu,” ungkapnya Sabtu (14/9/2019).

Pria yang juga Alumni SMP Muhammadiyah 5 angkatan 88 tersebut, menambahkan, pihaknya membuka dan menerima dari donasi siapapun.”Donasi bisa berupa uang, makanan, sembako atau pakaian,” imbuhnya.

M. Zaenudin berjanji, akan melaksanakan amanah dari para donatur sebaik baiknya.”Insya Allah, sumbangan dari para donatur akan kami salurkan tepat sasaran,” tegasnya kepada lintasjatim.co.id

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Juara Robotik Tingkat Internasional

SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Juara Robotik Tingkat Internasional

July 29, 2019

Syafi’ur Rohman Kepala urusan Hubungan Masyarakat (Kaur Humas) Spemma mengatakan, Tim perwakilan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang menyabet juara pada kelas Robot Sumo ialah Gerrad Verrel Rafierly dan Rajendra Maulana Syaputra.

“Robot sumo cara permainan lomba dengan cara adu kekuatan robot untuk mendorong. Robot yang kalah dorongan kemudian keluar dari lingkaran pembatas dinyatakan kalah,” tegasnya. Kamis, (21/3/2019).

Lanjut Syafi’ur, dan itu pun harus dilakukan sampai 3 kali bermain, jika 2 atau 3 menang maka peserta dinyatakan menang untuk melanjutkan ke semi final sampai di final.

“Mereka untuk mempersiapkan lomba ini berlatih hanya satu hari karena robot yang di pakai sempat mengalami kerusakan di H -1 menjelang pertandingan,” tambahnya.

Akhirnya mereka semalaman suntuk berusaha untuk memperbaikinya dan dilanjut latihan di pagi dini hari. Namun karena jam terbang mereka tinggi sudah sering mengikuti lomba robotik sehingga kerusakan itu tidak menjadikan mereka panik. Hingga pada akhirnya bisa nyebet juara satu di lomba tersebut,” imbuhnya.

Peserta lomba ini ada 40 tim dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Ada yang dari Malaysia, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya dan masih banyak kota-kota yang lainnya.

“Semoga bisa memotivasi anak-anak yang lain. Sangat bangga dan senang anak-anak bisa juara di tingkat internasional tentunya ini menjadi kebanggaan sekolah dan muhammadiyah,” harapnya.

Menurut Gerrad, salah satu siswa yang mewakili SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya dilomba tersebut mengatakan, Lomba Robotik Tamrin Olimpiade Cup sangat seru, lawanya berat-berat karena pesertanya jago-jago dari kandang disetiap kota asal mereka.

“Peserta yang mengikuti mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Universitas. Ahamdulillah saya menang sehingga bisa membanggakan sekolah dan kota Surabaya,” ungkapnya. (ari)

Jelang Unas, Sekolah Gelar Mabisa

Jelang Unas, Sekolah Gelar Mabisa

May 17, 2019

Siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 5 Pucang (Spemma) Surabaya mengadakan Malam Bina Siswa (Mabisa) di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (12/4/2019).

Kegiatan dimulai pukul 20.00 sampai pukul 23.00. Sebanyak 196 siswa mengikuti kegiatan ini. Ada materi pembinaan, minta doa restu sama orang tua, dan terakhir shalat malam.

Materi pembinaan berupa motivasi dan relaksasi supaya saat menghadapi UNBK tidak tegang. Saat anak-anak meminta restu kepada orang tua , orang tua meneteskan air mata karena terharu mendengar pamitan anak-anaknya untuk mengikuti ujian. Setelah meminta restu orang tua dilanjutkan dengan meminta restu kepada bapak dan ibu guru. Ustadzah Bali, guru Spemma, mengatakan tidak terasa mereka sekarang sudah kelas 9 dan mau lulus sekolah. ”Perasaan baru kemarin mereka masuk sekolah dan kini mau lulus,” tutur Bali sambil meneteskan air mata.

Menurut dia, kegiatan ini bagi siswa merupakan kegiatan yang sangat bagus buat siswa. Bisa menumbuhkan percaya diri untuk menghadapi UNBK Senin depan. ”Mereka juga minta restu kepada Allah dengan shalat malam, dzikir dan berdoa.”

Lisa, siswa, menggatakan, senang mengikuti serangkaian kegiatan Mabisa ini karena ada orang tua yang mendampingi. ”Ada kenyamanan dan keteduhan saat mengikutinya,” ujarnya. (Miftakul Choir)