Siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 5 Pucang (Spemma) Surabaya mengadakan Malam Bina Siswa (Mabisa) di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (12/4/2019).
Kegiatan dimulai pukul 20.00 sampai pukul 23.00. Sebanyak 196 siswa mengikuti kegiatan ini. Ada materi pembinaan, minta doa restu sama orang tua, dan terakhir shalat malam.
Materi pembinaan berupa motivasi dan relaksasi supaya saat menghadapi UNBK tidak tegang. Saat anak-anak meminta restu kepada orang tua , orang tua meneteskan air mata karena terharu mendengar pamitan anak-anaknya untuk mengikuti ujian. Setelah meminta restu orang tua dilanjutkan dengan meminta restu kepada bapak dan ibu guru. Ustadzah Bali, guru Spemma, mengatakan tidak terasa mereka sekarang sudah kelas 9 dan mau lulus sekolah. ”Perasaan baru kemarin mereka masuk sekolah dan kini mau lulus,” tutur Bali sambil meneteskan air mata.
Menurut dia, kegiatan ini bagi siswa merupakan kegiatan yang sangat bagus buat siswa. Bisa menumbuhkan percaya diri untuk menghadapi UNBK Senin depan. ”Mereka juga minta restu kepada Allah dengan shalat malam, dzikir dan berdoa.”
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya mengadakan pendidikan dan latihan untuk pengurus. Kegiatan bertempat di sekolah, Sabtu-Ahad (30-31/3/2019).
Acara ini sekaligus sebagai reuni dengan kedatangan para alumni IPM periode sebelumnya. Para alumni ini memberikan materi seperti kerja sama dalam organisasi.
Alumni yang hadir antara lain Abdullah yang kini menjadi Pimpinan Pusat IPM, Arlia Intan Nilam menjabat Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah, dan Muslikhan memegang Kepala Spemma.
Ketua IPM Adinda Aura menyebutkan, Diklat ini menjadi mengesankan karena para alumni turut hadir. ”Bagaikan cinta yang berkesinambungan antara adik dan kakak. Antara IPM periode sekarang dan periode sebelumnya. Saya senang dan bangga bisa kedatangan kakak-kakak IPM,” ujarnya. Arlia Intan Nilam dalam acara ini mengisi motivasi dan pemahaman dakwah Muhammadiyah kepada para peserta.
Menjadi komikus di zaman now ternyata gampang. Perangkat teknologi sangat membantu. Dengan satu aplikasi Comic Life jadilah komik yang dikehendaki. Itu yang dicoba siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma).
Mereka membuat komik pelajaran sistem reproduksi manusia. Ini materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX semester gasal yang berisi istilah-istilah reproduksi yang sangat tabu disebut.
”Umumnya siswa belajar IPA dengan membaca buku teks menghafal banyak istilah. Sangat membosankan,” kata Alimmatus Firmansyah SPd, guru IPA. Sebanyak 28 siswa kelas IX-A berkreasi dengan memvisualkan pelajaran reproduksi manusia lewat komik. Para siswa ini dibagi menjadi enam kelompok. Masing-masing membuat versi komik sesuai selera mereka.
SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya mengadakan try out online yang diikuti siswa SD se-Surabaya, Sabtu (30/4/2019).
Acara diikuti 1.500 siswa yang mengerjakan soal lewat internet. Dari jumlah itu diambil 40 siswa dengan nilai tertinggi untuk mengikuti babak final di sekolah memperebutkan juara 1, 2, dan 3.
Sebelum peserta mengerjakan soal, disuguhi hiburan musik band, musikalisasi puisi, dan baca Alquran. Selesai hiburan peserta memasuki kelas dan menghadap komputer. Membuka akses ke soal try out lalu mengerjakan soal-soal mata pelajaran UNBK untuk kelas 6 SD/MI dalam waktu 120 menit.
Waktu ujian selesai. Hasilnya langsung bisa diketahui. Abdullah Mufid Mubarrok dari SDI Maryam mendapatkan juara 1. Tiara Amani dari SDN Kertajaya meraih juara 2. Gadzizah Egnia dari SDN Ploso I meraih juara 3. Mereka mendapat trofi dan uang mulai Rp 500 ribu, Rp 400 ribu dan Rp 300 ribu.
Salah satu siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya “Spemma” Lutfi, Hidayat, menjuarai lomba berkuda tingkat nasional di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (24/3). Bagi siswa berbadan cukup gemuk dan sangat imut itu, memenangi lomba berkuda adalah hal yang luar biasa.
Sebab, lomba yang dia ikuti ialah lomba setingkat nasional. Para peserta dalam kompetisi lomba tersebut berasal dari berbagai kota.
Ada sekitar 110 peserta yang mengikuti lomba tersebut. Ada yang dari Tangerang, Semarang, Jakarta, dan masih banyak lagi dari kota-kota lainya. Lutfi merebut juara kedua dengan tim penilai dari Jerman dan juara ketiga dengan tim penilai dari Inggris. Lomba ini lebih menarik dan menantang bagi Lutfi sebab kuda yang dinaikin bukan kudanya sendiri. Tapi, kuda yang ia pakai adalah kuda yang disewa untuk sekali acara.