Malang - Salah satu akar di balik terjadinya berbagai kerusakan global di dunia ini yaitu paradigma pengembangan sains yang tidak mengindahkan nilai-nilai etis, spiritual dan kebermaknaan. Demikian pernyataan presiden moderator Asian Conference of Religion Peace (ACRP) Din Syamsuddin saat menjadi pembicara pada The 1st International Conference on Pure and Applied Research (ICoPAR) yang berlangsung Sabtu kemarin (22/8) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Menurut Din, paradigma sains hendaknya diarahkan pada nilai-nilai kemaslahatan. Ilmu ekonomi, lanjut Din, pastinya dimanfaatkan untuk mengatasi kemiskinan, demikian pula ilmu politik, mestinya diniatkan untuk mewujudkan keadilan. “Kalau politik melanggengkan oligarki, berarti politiknya tidak bernilai, hampa makna,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Sukoharjo – Website Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menduduki peringkat ketiga level Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia, yang meliputi Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
“Sedang untuk perguruan tinggi swasta justru menduduki rangking pertama di Indonesia,” ungkap Kepala Perpustakaan UMS Pusat, Mustofa kepada redaksi website muhammadiyah.id, Rabu (12/8).
Mustofa mengatakan, Web Repository Rank edisi Juli 2015 pada tingkat perguruan tinggi ASEAN, repository UMS menduduki peringkat 6. Selain peringkat website universitas (webometrics), Mustofa mengemukakan Cybermetrics Lab juga mengadakan pemeringkatan repository universitas se-dunia.
Repository memberikan penilaian konten website, khususnya konten karya ilmiah sebuah perguruan tinggi. Menurut Mustofa, ada empat komponen yang dinilai, yaitu: Size (banyaknya halaman), Visibility (banyaknya link eksternal), Rich Files (jumlah file karya ilmiah yang ada) dan Scholar (banyaknya karya ilmiah yang dikutip pihak lain).