Home Berita warta Sekolah Cerita Unik Murid Ekspatriat yang Sekolah di Spemma

Ada yang berbeda di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma).  Sekolah di kawasan Pucang Surabaya itu memiliki tiga murid ekspatriat dari negara Eropa dan Timur Tengah. Berikut liputan kontributor KLIKMU.CO pada hari  Sabtu (8/12)

Siswi pertama yaitu Aurelia Zahra Putri Soelistyo sejak di kelas VII tahun lalu telah menjadi siswi Spemma.

 

“Banyak teman berkomunikasi tidak menggunakan bahasa Indonesia, tetapi berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Mungkin kalau berbicara dengan bahasa Indonesia, saya masih bisa mengerti sedikit-sedikit. Syukur, banyak teman-teman sekolah yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” tutur Aurel sambil tersenyum malu. Anak yang lahir di Raleigh, NC, USA itu pernah bersekolah di AB Combs Elementary School, sekolah setingkat SMP. Dia menuturkan lebih susah untuk menerima pelajaran di Indonesia jika dibanding dengan sekolahnya dulu, ujarnya.

“Selain kendala bahasa, saya rasa materi yang diberikan sangat berbeda. Saya harus banyak beradaptasi,” tutur anak yang suka makan sushi dan strawberry smoothie ini. Aurel kembali ke Indonesia karena semua keluarga ada di Indonesia. Terlebih lagi, Bapaknya mengalami sakit stroke selama empat tahun ini. Dengan sakitnya Bapak, tidak memungkinkan untuk terus hidup di negara orang,” tukasnya

Beda cerita dengan Mahdi Maulana Evendy Tambayong yang lebih akrab dipanggil Mahdi ini. Bersama keluarganya dia tinggal di Dubai selama empat tahun lalu pindah ke Madinah selama 10 tahun hingga akhirnya kembali Indonesia. Kepindahan cowok berkacamata itu kembali ke Indonesia karena permintaan neneknya yang ingin berkumpul bersama cucu. Selama di Madina, Mahdi sempat bersekolah di Yanbu International School.

“Saya lancar berkomunikasi menngunakan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia karena keluarga selalu menggunakan ketiga bahasa itu dalam kehidupan sehari-sehari. Tapi terkadang saya tidak mengerti bahasa Jawa yang dicampur dengan bahasa Indonesia,” tutur cowok yang lahir di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab itu.

Selama di Indonesia, cowok dari pasangan Indah Suriyantini dan Presley Evendy Yusuf itu banyak menemukan kosakata baru yang selama ini belum pernah ia dengar dan mengerti artinya.

Siswa ketiga yaitu Lutfi Franco Pereira atau lebih akrab dipanggil lutfi ini mempunyai cerita yang tidak kalah unik. Selain tidak lancar berbahasa Indonesia, dia juga harus beradaptasi dengan teman-teman barunya.

“Saya bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit, tidak banyak, in English saja ya”, tutur cowok yang lahir di London ini”, tukasnya

Cowok dari pasangan Luluk Kartini dan Dwi Franco Pereira ini menuturkan kepindahannya ke Indonesia karena pilihan dari Ibunya yang ingin tinggal di Indonesia, sedangkan Bapaknya masih tinggal di London untuk merintis usahanya bersama beberapa rekan kerja. Selama di London, Lutfi pernah bersekolah di Wimbledon Park Primary School untuk tingkat Sekolah Dasar dan dia melanjutkan di Ernest Benn College untuk tingkat SMP dan SMA.

Lalu pindah ke Spemma di kelas VIII. Cowok yang suka makanan pecel dan sate ini menuturkan meskipun susah untuk beradaptasi dengan bahasa, ternyata dia mempunyai guru favorit, yaitu Pak Rusdi yang mengajar bahasa Inggris. (FIRMAN)