Home Berita warta Sekolah Spemma Surabaya Berlibur Plus Belajar Hargai Keberagaman Agama di Bali

 

Usai melaksanakan berbagai rentetan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) juga Ujian Akhir Sekolah (UAS) kiranya berlibur menjadi salah satu penghilang kepenatan.

Sembari menunggu pengumuman hasil kelulusan, tidak kurang dari 140 siswa SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya diajak untuk melihat keberagaman budaya dan adat masyarakat pulau dewata, Sabtu-Ahad, 12-13/5).

 

“Asyik banget bisa liburan sambil menambah wawasan tentang tradisi bali ini,” ungkap Gilang Ramadhan siswa kelas 9E sembari melihat tradisi sesajen yang ditaruh di setiap tempat dan itu, banyak dilakukan masyarakat Bali.

Misalnya, tambah Gilang sesajen diletakkan di depan rumah, hotel, toko, area wisata, dan tempat lainnya.

Berbeda dengan liburan siswa sekolah lainnya, siswa spemma berlibur plus manggali adat kebudayaan masyarakat setempat.

Kata Gilang, tatkala tiba wisata Tanah Lot, teman-teman menggali budaya dan kepercayaan akan ular suci. Yang mana, masyarakat setempat meyakini bahwa siapa saja yang berdoa di depan ular tersebut, semua keinginannya akan terkabul.

Pengunjung pun diminta mengisi kaleng sumbangan ala kadarnya agar tidak diganggu roh jahat. Sebuah kepercayaan yang jarang mereka (siswa Spemma) jumpai dalam kesehariannya.

“Teman-teman Spemma pun tidak banyak yang memberi juga tidak sedikit pula yang memasukkan uang ke dalam kaleng,” katanya dengan menggali sejarah dibalik kepercayaan penduduk Bali.

Sementara itu, Sholahuddin

mantan ketua Remaja Spemma periode 2016-2017 itu menambahkan tradisi masyarakat Bali itu sebagai kekayaan akan keragaman budaya negeri ini.

“Inilah kekayaan adat budaya bangsa kita. Kita tetap menghormati dan menghargainya karena indonesia negara penuh keberagaman yang harus dijaga demi terciptanya persatuan kesatuan negara kesatuan Republik Indonesia,” (firman/kholiq)