Home Artikel Guru Desain yang Tiada Tandingan

Ketika manusia merancang sesuatu, sesungguhnya ia tidak akan lepas dari ketergantungan pada Allah SWT.Gagasan, ilham, bahan untuk mewujudkan rancangan, bahkan dirinya dan kemampuan berpikirnya semua berasal dari penciptaan Allah. Dari begitu banyak teknologi di alam yang diciptakan Allah, baru sebagaian kecil bisa dipelajari ilmunya dan ditiru manusia. Itu pun sangat jauh dari kehebatan desain asli milik Sang Khaliq. Allah SWT tidak akan menciptakan segala sesuatu yang tidak ada hikmah dan manfaat tertentu bagi manusia. Dari sinilah segala sesuatu yang ada di alam, difikirkan serta direnungi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Desain yang luar biasa yang telah Allah ajarkan kepada umat manusia salah satunya ada pada ayat berikut. Allah berfirman:
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (Qs. Al- Adzariyat [51]:49).
Firman Allah yang lain:
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasanganpasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yaasin [36]:36)

Dari kedua ayat di atas terdapat pernyataan yang sama yaitu tentang penciptaan segala sesuatu secara berpasangan. Allah SWT menciptakan manusia laki-lakiperempuan, langit-bumi, surga-neraka, dan juga tidak akan ada elektron yang diciptakan tanpa adanya neutron. Semuanya diciptakan secara berpasangan, tidak dapat disebutkan satu-persatu karena sangat banyak jenis pasangan yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Begitu pula dengan penciptaan gelombang elektromagnetik, jauh sebelum Maxwell menemukan teorinya tentang terbentuknya gelombang elektromagnetik, Allah telah terlebih dahulu memberikan pengetahuan mengenai itu. Gelombang elektromagnetik tercipta karena adanya interaksi pasangan fluktuasi antara listrik dan magnet.

Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam surat Az Zumar ayat 9:
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktuwaktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakalah
yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az Zumar:9).

Kesempurnaan Islam ditandai dengan ketercakupan semua aktivitas manusia pada aspek kehidupan yang mengikuti aturan-aturannya, juga kemampuan Islam menyelesaikan semua masalah yang muncul di dalam aktivitas tersebut. Tidak ada satu perbuatan manusia yang tidak ada atrurannya dalam Islam. Dengan demikian ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna dan kaum muslimin harus mengikatnya pada setiap aktivitas dalam rangka membentuk pribadi diri yang
berkualitas./niel (berbagai sumber)

Penulis:

Arlia Intan Nilamsari, S.Pd.
(Guru Fisika SMP Muhammadiyah 5 Surabaya)