Home Artikel Guru MENINGKATKAN MOTIVASI DALAM BELAJAR

motivasi

Motivasi belajar sangat penting dalam pengembangan diri, sebab pengembangan diri adalah belajar, belajar adalah berupaya mendapatkan sesuatu yang baru. Jika Anda ingin lebih sukses dibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya ialah jangan pernah berhenti belajar.

Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik. Jadi untuk mengukur sejauh mana Anda bisa berkembang ialah dengan mengukur sejauh mana motivasi belajar Anda.Bagaimana meningkatkan motivasi untuk belajar? 

 

 

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR 

Mengenali Penghambat Motivasi Belajar

 Kita harus mengenal terlebih dahulu, apa saja yang melemahkan motivasi belajar. Seringkali semua ini hanyalah mitos belaka. Suatu keyakinan negatif yang meracuni kita sehingga malas belajar atau tidak memiliki motivasi belajar. Berikut adalah beberapa mitos tersebut:

  1. Ah Teori!” Banyak orang yang tidak mau belajar karena tidak suka teori. Menurutnya teori tidak penting, yang penting adalah praktek. Betul, tidak salah sama sekali. Sehebat apa pun teori yang Anda miliki jika tidak diiringi praktek, maka semuanya  percuma. Namun saat Anda langsung praktek, maka Anda tetap saja akan belajar, yaitu belajar pada pengalaman Anda sendiri. Anda mungkin akan mencoba-coba mencari yang benar. Belajar kepada pengalaman orang lain yang sudah lebih dulu sukses adalah untuk mengurangi coba-coba Anda, sehingga Anda akan lebih cepat untuk berhasil. Teori saja memang salah. Langsung praktek bisa sering salah. Teori ditambah praktek adalah yang terbaik. Belajarlah.
  2. Saya sudah tua, sulit untuk belajar. Tidak ada kata terlalu tua untuk belajar. Kesulitan belajar karena Anda sendiri yang menghentikan belajar tersebut, sehingga pola pikir berubah, dari pola pikir belajar menjadi pola pikir tertutup atau negatif. Saat kualiah saya melihat banyak dosen yang sudah senior masih tetap membeli buku dan belajar. Mereka sudah tua tetapi masih belajar karena mereka biasa belajar. Jika Anda merasa sulit belajar, biasakanlah belajar meskipun sedikit demi sedikit sampai Anda terbiasa lagi belajar.
  3. Tidak ada waktu. Jika Anda sudah membaca tulisan ini, maka Anda tidak akan lagi mengatakan bahwa tidak ada waktu. Alasan pembenaran apapun hanyalah ilusi dan” fatamorgana penyesat”. Semua orang memiliki waktu, tetapi mengapa orang lain bisa tetapi kita tidak? Bukan waktu yang menjadi penghambat prestasi, tetapi pilihan Anda. Apakah Anda mau memprioritaskan belajar atau tidak itu tergantung kalian sendiri?

Adakah Manfaat Belajar Yang  Saya Lakukan?

Setelah Anda memahami apa saja yang menjadi penghambat motivasi belajar kemudian menyingkirkan semua penghambat tersebut, maka langkah selanjutnya ialah Anda harus membangkitkan energi yang menggerakan energi  positif  Anda untuk belajar. Inilah yang menjadi motivasi belajar Anda.

Tanyakan pada diri Anda: “Apa manfaatnya jika saya belajar?”

Tadi sudah saya sampaikan diatas, belajar adalah pengembangan diri. Dengan belajar Anda akan menjadi lebih baik. Coba renungkan, apa yang Anda dapatkan jika:

  1. Anda bisa melakukan belajar  lebih giat lagi? (terutama persiapan UNAS lebih Intens)
  2. Anda bisa melakukan ibadah lebih baik?
  3. Anda bisa mendidik anak dengan lebih baik? (jika Anda sebagai guru/orang tua)
  4. Anda bisa melakukan pekerjaan (jika Anda seorang pegawai) dengan cara lebih baik dan lebih berkualitas?
  5. Anda bisa memasarkan produk atau jasa Anda dengan lebih baik (jika Anda seorang penjual atau pebisnis)?
  6. Dan masih banyak lagi.

Jawaban pertanyaan diatas adalah motivasi belajar Anda.

Apa pun yang Anda lakukan dengan lebih baik akan menghasilkan kebaikan pada diri Anda ( pinjam teori hukum kekekalan energi berbunyi  Energi tidak dapat diciptakan juga tidak dapat dimusnahkan yang ada berubah wujud). Anda hanya bisa melakukan sesuatu dengan cara lebih baik dengan cara belajar. Pengalaman? Tidak, meski Anda memiliki pengalaman puluhan tahun, Anda tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan cara lebih baik jika Anda tidak mengambil hikmah (belajar) dari pengalaman sebelumnya. Kuncinya adalah belajar baik dari pengalaman sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Pengalaman atau praktek orang lain dituliskan dan disusun secara sistematis, maka jadilah sebuah teori.

Oleh karena itu, silahkan anda renungkan apa saja manfaat jika Anda melakukan hal diatas lebih baik, maka semuanya akan kembali kepada Anda. Anda akan menjadi lebih baik.

Belajar Adalah Kunci Keluar Dari Masalah

Satu lagi agar Anda memiliki motivasi belajar yang tinggi adalah kesadaran bahwa kemauan belajar Anda adalah kunci agar Anda bisa keluar dari masalah.

Saat Anda sedang menghadapi masalah berat, maka Anda harus belajar agar bisa mengatasi masalah berat tersebut. Jika Anda melihat sebuah masalah sangat besar, penyebabnya karena diri Anda begitu kecil. Artinya mental Anda ciut, kemampuan Anda yang minim, wawasan yang sempit, dan keterampilan yang rendah. Artinya Anda harus memperbesar diri Anda sehingga masalah tidak.

Saya rasa manfaat kebaikan bagi diri Anda dan juga kemampuan Anda menghadapi semua masalah adalah sudah sangat cukup menjadi motivasi untuk belajar dan tetap belajar. Termasuk, saat motivasi belajar anak Anda kurang, maka Anda harus belajar bagaimana cara memotivasi anak.

Miliki Motivasi Segera  atau Siap-siap Merana

Untuk meraih sukses, motivasi berprestasi sangat diperlukan. Dengan pengertian lain, motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan  menjadi terbaik. Tanpa keinginan menjadi  terbaik, akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal saja. Bekerja asal bekerja, bisnisman asal berbisnis, dan pelajar asal belajar.

Masalahnya kata “asal” merupakan energi negatife  dapat merusak sukses Anda. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Persaingan semakin sengit, jika tidak menjadi terbaik, maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang apapun yang Anda geluti.

Jangan salahkan siapa-siapa, seandainya muncul pesaing baru yang mengancam ranking/posisi  karir Anda. Jangan angap enteng pegawai baru yang masih bau kecur, jika dia memiliki motivasi berprestasi lebih tinggi, maka dia bisa menjadi ancaman serius.

 Bagaimana dengan persiapan  Anda?

 

Oleh  :  Drs. Tibeng Dwiananto  (Guru Bahasa Indonesia)